Radar Bali

Ngayah Layon Terakhir Kali, Belum Ada Pengganti Dewa Aji Tapakan

RadarBali.com – Ngayah menjadi watangan atau layon di kubur di pentas calonarang dengan mependem di Setra Banjar Adat Getakan, bakal menjadi yang terakhir bagi Dewa Aji Tapakan.

Pasalnya, pada pentas calonarang tahun mendatang belum ada pengganti dan akan ditentukan jelang pentas calonarang dengan proses pemilihan layon yang sakral.

Dengan tutur kata lembut dan masih terbata-bata, Dewa Aji Tapakan mengungkapkan pewisik yang pernah dialami hingga menjadi watangan mependem.

Diceritakan, dulu sebelum menjadi watangan dirinya sering sakit ayan. Tetapi, setelah mendapat pewisik untuk menjadi watangan, sakitnya mendadak sembuh.

“Kalau tidak menjadi watangan mungkin sudah mati,” ungkapnya. Menjadi watangan, lanjutnya, bukan kehendaknya sendiri, tetapi perintah dari sesuhunan, jadi harus dilakukan.

Dari pewisik yang diterima, pada pentas calonarang yang kesebelas atau terakhir harus watangan mependem. ”Ini yang terakhir,” imbuhnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar