Radar Bali

GIPI : Kebijakan BVK Sudah Sangat Tepat untuk Kemakmuran Masyarakat

RadarBali.com – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyatakan kebijakan bebas visa  yang diterapkan Indonesia bagi 169 kewarganegaraan  sangat tepat untuk kepentingan ekonomi umumnya dan pariwisata khususnya.

Terhadap desas desus adanya jumlah besar pekerja ilegal Tiongkok yang masuk dengan bebas visa wisatawan di Indonesia, Didien Junaedy Ketua Umum GIPI memastikan bahwa itu tidak mungkin dan tidak realistis.

“Kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) tidak terkait dengan pekerja ilegal. Industri pariwisata telah membahasnya. Bebas visa dan ijin bekerja di suatu negara itu dua hal yang berbeda,” ujar Didien. Di GIPI tergabung semua unsur pelaku industri pariwisata Indonesia.Didien mengatakan semestinya yang perlu diawasi adalah ijin bekerja TKA (Tenaga Kerja Asing).

Kalau ada pengguna bebas visa bekerja dan overstay, instansi terkait termasuk keimigrasian bisa mendeportasi mereka sesuai peraturan.

“Kenapa hanya Tiongkok yang menjadi persoalan? Sedangkan banyak negara lain yang ekonominya dibawah Indonesia juga mendapat bebas visa. Dan kita tahu Tiongkok sekarang perekonomiannya diatas Indonesia,” jelasnya.

Saat ini wisatawan Tiongkok ke Indonesia meningkat dengan pesat, data menunjukkan pada tahun 2015 sebesar 1.1414.330 orang, pada tahun 2016 periode Januari hingga Oktober saja sudah mencapai 1.221.422 orang, tumbuh 24,12 %.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar