Radar Bali

Problem Klasik Hotel Prodeo Kerobokan, Kapasitas 5 Orang Bisa Terisi 20 Orang

RadarBali.com - Kurungan manusia bernama lembaga pemasyarakatan itu tak hanya jadi mimpi buruk tentang peredaran dan pemakaian narkoba saja.

Atau cerita tentang keterbatasan jumlah sipirnya. Kisah tentang tumpukan orang dalam satu kamar tahanan juga jadi cerita lama.

KONDISI Lapas tipe Kelas II A, Kerobokan, di Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, tetap saja  memprihatinkan.

Lapas dengan luas 4,2 hektare dan dibangun sejak tahun  1983, itu kini menampung sebanyak 1.412 narapidana dan tahanan.

Kalau saja luas bangunan dan praktik peruntukan sesuai rencana, tentu tak apa. Karena kapasitas idealnya hanya 323 orang saja. Akibatnya, napi dan tahanan pun harus tidur dengan kaki ditekuk.
Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Tonny Nainggolan, yang dikonfirmasi, Sabtu lalu (18/3) membenarkan dengan kondisi penjara 12 blok atau sekarang diistilahkan blok itu.

“Sekarang memang warga binaan dan tahanan sudah mencapai 1.412 WBP (warga binaan pemasyarakatan), tahanan dan napi perempuan jumlahnya ada sekitar 145 orang dengan kapasitas 54 orang. Sisanya laki-laki,” terang Tonny.
Selain itu, dikatakan Tonny, dari kondisi kamar di setiap wisma yang ada di Lapas Kerobokan, per kamar yang semestinya dihuni  lima orang, dengan ukuran  6x8 meter,  terpaksa harus diisi dengan 20 orang.

“Kalau tidur berdiri sih tidak sampai, tapi penghuni atau WBP harus tidur bersedekap dan ada juga kaki mereka ditekuk,” ujarnya, seakan hanya sebatas bisa sekadar pasrah saja. Maklum, ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar