Radar Bali

Waspada Investasi Bodong

RadarBali.com – Investasi bodong ternyata hingga saat ini masih menjamur. Dengan berbagai iming-iming yang diberikan kepada masyarakat hal ini cukup sukses menggaet korban hingga menghasilkan income yang luar biasa.

Dua diantaranya yang kini tengah menjadi sorotan, yakni jasa keuangan UN Swissindo dan Koperasi Indonseia yang dulunya bernama Pandawa Malang yang kini sudah merambah beberapa wilayah di Indonesia.

Hal itu diungkapkan langsung Tongam L. Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi dalam acara konferensi pers dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali dan pihak Kejari pada Kamis (23/3) kemarin di kantor OJK Bali.

Dalam acara tersebut Tongam ditemani Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Zulmi mengungkapkan dua perusahaan yang bergerak di jasa keuangan ini biasanya menyasar kepada beberapa debitur yang tengah mengalami permasalhan, seperti kredit macet dan lainnya dengan iming-iming bisa melunasi hutang.

“Kami sampaikan iming-iming tersebut tidak pernah ada. Praktik yang mereka jalankan tidak berizin hingga saat ini. dari hasil penyelidkan kami, UN Swissindo melakukan pemalsuan dokumen dan ini menyesatkan masyarakat berbuntut kerugian,” tegasnya.

Modus yang dilakukan dari dua jasa keuangan ini, ketika nasabah tersebut ingin bergabung maka akan dikenakan biaya administrasi dengan harga variatif mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar