Radar Bali

30 Menit, Pasar Murah Buleleng Ludes

RadarBali.com- Pasar murah yang dilakukan di Kabupaten Buleleng, langsung menjadi pusat perhatian warga. Dalam waktu 30 menit, sebagian besar barang dagangan yang dijual di pasar murah, sudah ludes terjual.

Jumat (31/3) kemarin, tim gabungan yang terdiri atas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bulog Divisi Regional (Divre) Bali, Perusahaan Daerah Pasar Buleleng, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagrin) Buleleng, menggelar pasar murah. Kegiatan pasar murah itu dilangsungkan di Pasar Mumbul Singaraja, dan rencananya akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (1/4) hari ini di Taman Kebangsaan Singaraja.

Pasar murah yang digelar pemerintah itu menjual sejumlah komoditas. Seperti beras C4, beras kita, telur, gula pasir, minyak goreng, bawang putih, serta bawang merah. Harga yang ditawarkan pun di bawah harga pasar. Bawang putih yang di pasaran dijual seharga Rp 45ribu, di pasar murah dijual Rp 34ribu per kilogram. Demikian pula bawang merah yang di pasaran harganya Rp 40ribu, dijual Rp 32.500 per kilogram.

Begitu pasar murah dibuka pada pukul 07.30 pagi kemarin, pembeli langsung menyerbu. Dalam waktu 30 menit saja, komoditas seperti telur, minyak goreng, bawang putih serta bawang merah, langsung ludes terjual. Sementara gula pasir dan beras hanya menyisakan beberapa bungkus saja.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng Ketut Suparto mengungkapkan, pasar murah sengaja digelar untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang hari raya. Rentetan hari raya Nyepi yang berlangsung pekan ini, ditambah hari raya Galungan dan Kuningan yang berlangsung dua pekan ke depan, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak harga, terutama harga sembako.

“Makanya, kami coba intervensi dengan menggelar pasar murah. Supaya harganya tidak liar, apalagi ini hari raya saling berdekatan. Sejauh ini cukup efektif, karena harga komoditi andalan di Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar sudah terkendali,” kata Suparto.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar