Radar Bali

Minat Baca Rendah, Rata-rata Lulus SMP

RadarBali.com Perhatian Pemerintah Tabanan terhadap program peningkatan minat baca masih sangat rendah. Dalam tahun ini saja hanya Rp 165 juta, dari APBD sebesar Rp 2,1 triliun.

Dari jumlah itu pun, untuk pengadaan buku hanya Rp 11 juta. Meski minat baca rendah, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan IB Wiratmaja menganggap yang penting rata-rata lama sekolah di Tabanan tinggi.

”Oke, minat bacanya rendah, tapi rata-rata lama sekolahnya kan tinggi. Sampai 9 tahun,” kata Wiratmaja.

Itu artinya, rata-rata lama sekolah  di Tabanan hanya sampai kelas III SMP. Kata Wiratmaja, yang didorong di Tabanan adalah rata-rata lama sekolah. “Kami sekarang prioritas meningkatkan angka rata-rata sekolah,” terangnya.

Disinggung anggaran pengadaan bahan pustaka yang sering jauh di bawah usulan, contoh usulan Rp 200 juta hanya disetujui Rp 11 juta, Wiratmaja berdalih pihaknya memberikan plafon kepada setiap SKPD. Maka, SKPD itu sendiri yang harus mengatur mana yang menjadi prioritas.

Padahal, dilihat dari pos anggaran untuk Dinas Perpustakaan sebesar Rp 3,6 miliar, selain untuk peningkatan minat baca yang Rp 165 juta (4,5 persen), belanja di Dinas Perpustakaan habis untuk belanja pegawai sebesar Rp 2,75 miliar (75 persen), dan sisanya Rp 746 juta (20,5 persen) untuk belanja rutin berupa administrasi perkantoran; pengadaan sarana dan prasarana kantor; pemeliharaan gedung tempat kerja; penyusunan Renstra, Renja dan LAKIP; dan pendataan aset.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar