Radar Bali

Penyidikan Jalan di Tempat, Pengusaha Property Ancam Lapor ke Propam

RadarBali.com – Kabar tak sedap tercium dari Polsek Kuta. Disebut tak profesional, Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara dan penyidik dari Reskrim terancam dilaporkan ke Propam Polda Bali oleh pengusaha property bernama Ony Salehoeddien, 38.

Korban sebut, penyidikan Polsek Kuta terkait kasus perampasan sertifikat jalan di tempat selama enam bulan.

Kasus tersebut berawal dari terlapor I Nengah A menawari korban untuk membeli tanahnya seluas 5 are yang ada di Jimbaran dan senilai 1,2 Miliar dengan ketentuan korban harus menebus sertifikat tanah yang sedang digadaikan oleh terlapor di BPR.

Karena setuju, kesepakatan pembayaran itu dilakukan oleh terlapor dan pelapor, dan disaksikan oleh notaris. Dalam kesepakatan tersebut, Ony Salehoeddien selaku pelapor menyanggupi namun pembayarannya dilakukan secara bertahap.

Sebagai jaminannya, ketika sertifikat keluar akan diberikan kembali kepada notaris. “Saya tidak mampu untuk membayar sekaligus, maka dibuatlah kesepakatan jika pembayaran akan dilakukan dalam satu tahun ke depannya dengan cara di cicil. Setelah lunas baru aku ambil sertifikat di notaris. Saat sertifikat diambil malah terlapor merampas. Artinya dia melanggar perjanjian,” bebernya.

Untuk diketahui, kata Ony Salehoeddien kepada Jawa Pos Radar Bali Senin kemarin (8/5), Kapolsek beserta jajaran khususnya di penyidik Reskrim tak lambat menindak lanjuti laporannya dengan nomor STPL/490/IX/2016/Bali/Resta Denpasar/Sektor Kuta pada Rabu tahun lalu (28/9).

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar