Kamis, 19 Sep 2019
radarbali
icon featured
Features
Dedy Yastika, Penyanyi Buleleng Peduli Penyu

Bikin Lagu Save Penyu Penimbangan, Ikut Terjun ke Laut

13 Oktober 2017, 18: 52: 56 WIB | editor : ali mustofa

Dedy Yastika, aktivis lingkungan

PRO FAUNA: Dedy Yastika saat menyanyi untuk pelestarian Penyu di Pantai Penimbangan Singaraja. (Dedy Yastika for Radar Bali)

Share this      

Dedy Yastika merupakan salah satu personil band bernama 01 asal Buleleng. Ternyata penyanyi ini juga aktivis lingkungan.

 

MARCELLUS PAMPURS, Denpasar

SELAIN aktif di panggung musik, pria 30 tahun ini juga aktivis pelestari lingkungan. Khususnya pelestarian penyu di Buleleng.

Jiwa sebagai seorang musisi dan seorang yang peduli terhadap habitat penyu, pria asal Br.Galiran,  Baktiseraga, Buleleng ini pun mengutarakan rasa pedulinya lewat sebuah lagu yang berjudul Save Penyu Penimbangan.

Lagu ini diciptakannya karena dilatarbelakangi oleh rasa prihatinnya dengan keadaan populasi penyu di Buleleng yang semakin banyak diburu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Karena saya prihatin, banyak orang yang berburu penyu untuk diambil telur dan dagingnya untuk dikonsumsi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bali.

Sebagai seorang aktivis peduli penyu, pria yang akrab disapa Dedy ini tidak jarang terjun langsung ke laut untuk melakukan penyelamatan terhadap penyu.

Berangkat dari ide dan kepeduliannya tersebut, lagu yang awalnya hanya dibuat asal-asalan ini pun dibuat lebih serius.

Keterlibatan salah satu komposer hebat asli Singaraja, bernama Gde Kurniawan pun membantu Dedy menemukan aransemennya.

Puncaknya, di 25 Februari 2016 lalu, lagu ini rampung secara utuh. Untuk melengkapi lagu tersebut, Dedy pun membuatkan video klipnya yang telah selesai dibuat beberapa hari lalu.

Menurut rencana, video klip ini akan resmi dirilis pada Minggu (15/10) nanti. “Video klip ini saya buat sesuai konsep lagunya sendiri yang menceritakan tentang aktifitas pelestarian penyu di pantai Penimbangan,” akunya.

Sebagai seorang yang tinggal di daerah Penimbangan, Dedy merasa terpanggil dan wajib melakukan perlindungan terhadap penyu-penyu yang ada di sana.

Berbagai tantangan pun dihadapinya. Mulai dari cibiran sebagian orang yang menganggap perbuatannya sia-sia, hingga ocehan negatif lain dari beberapa oknum.

“Lirik dan aransement lagu ini dibuat oleh Gde Kurniawan. Ya bisa jadi lagu ini adalah pergerakan yang saya lakukan lewat nada atau suara yang dianugerahkan Tuhan ke saya,” tambahnya.

Agar membuat lagu ini bermanfaat, Deddy tidak jarang juga membawakan lagu ini di atas panggung dengan sesekali berorasi tentang penyelamatan penyu.

 Dengan adanya video klip dari lagu Save Penyu Penimbangan ini, dirinya pun berharap agar kampanye yang digaungkannya lewat karya bisa lebih efektif.

“Semoga dengan adanya klip ini, masyarakat mulai semakin menjaga penyu,” tandasnya. Dedy sendiri memulai pergerakannya sebagai aktifis pelestarian penyu karena terinspirasi dari Greenpeace Home yang kantor pusatnya terletak di Amsterdam , Belanda.

 Bergerak di lingkungan hidup, Greenpeace Home pun memiliki anggota  dari 40 negara yang salah satunya adalah Indonesia.

(rb/mar/rid/mus/JPR)

 TOP