Sabtu, 15 Dec 2018
radarbali
icon featured
Hiburan & Budaya

Tato Itu Keren Bro, Bukan Kriminal, Cewek Cantik Ini Membuktikannya…

02 April 2018, 19: 44: 55 WIB | editor : ali mustofa

seniman tato, plaza renon, seni tato

CANTIK: Seorang wabita ditato gratis oleh seorang seniman tato di Plaza Renon kemarin (Marcello Pampurs/Radar Bali)

DENPASAR - Tidak sedikit masyarakat menganggap tato berkaitan erat dengan kriminal. Untuk mematahkan presepsi tersebut, sebuah acara berajuk Glamazing Sunday, Tatoo Is Not a Crime digelar di Colony Palza Renon.

Kegiatan ini melibatkan empat orang seniman tato yang akan bersedia menato siapapun mereka yang ingin dibuatkan tato di tubuhnya.

Aksi ke empat senoman tato ini dilakukan secara gratis atau tanpa memungut bayaran sepeser pun. Jenis dan ukuran tato yang akan dibuatkan, sesuai permintaan mereka yang ingin ditato.

Para seniman ini membuatkannya dengan sukarela. Putu Budi selaku penyelenggara acara mengatakan, aksi ini dilakukan untuk membuktikan kepada khalayak bahwa tato adalah seni, dan tidak ada kaitannya dengan kriminalitas.

"Di sini kami ingin mebuktikan bahwa tato adalah murni sebagai sebuah seni. Dimana lewatnya kami juga bisa menemukan teman-teman baru, dan pengalaman banyak dalam seni," katanya.

Pria berambut keriwil ini mengatakan, tato adalah gaya hidup. "Jadi bukan berarti mereka yang bertato adalah kaum kriminal," tegasnya.

Salah seorang seniman tato asal Kerobokan bernama Eka yang ikut dalam aksi ini berharap agar semakin banyak orang yang tidak memandang negatif tentang seni tato.

"Saya murni seorang seniman. Dan tato adalah dunia saya, dunia seni. Jadi tidak ada hubungannya dengan kriminal," katanya.

Pria bernama lengkap Ekamardis ini sendiri mengusung seni tato yang berbeda. Dia mengaplikasikan seni wayang kamasan yang selalu menjadi motif yang akan digambarnya pada tubuh orang-orang yang ingin ditato.

"Saya lebih ke tradisional kamasan. Lukisan wayang kamasan dibuat jadi tato. Peminantnya cukup banyak dari pria hingga kaum wanita," imbuhnya.

Mulai berkecimpung di dunia seni tato sejak 2013, Eka mulai menemukan karakter wayang Kamasannya sejak 2015 lalu.

"Misi saya adalah memperkenalkan budaya, khususnya wayang Kamasan lewat tato. Dan saya akan memperkenalkannya lebih luas lagi," tandasnya.

Sementara itu, selain aksi tato, acara kemarin juga diramaikan dengan kegiatan foto hunting dengan object model wanita profesional. Foto hunting ini melibatkan kurang lebih 120 fotografer.

(rb/mar/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia