Minggu, 26 Jan 2020
radarbali
icon featured
Events
BAND SLANK

Rambah Bisnis Kopi

25 Juli 2018, 15: 36: 50 WIB | editor : ali mustofa

Toko Retail, Bisnis Kopi, Kuta, SlanKopi, Band Slank

SAYAP BISNIS: Band papan atas nasional Slank merilis bisnis kopi dengan nama SlanKopi di salah satu toko retail kawasan Kuta, kemarin. (Marsellus Pampur/radar bali)

Share this      

SEJAK tiga bulan terakhir, produk kopi bernama SlanKopi itu telah beredar di tengah masyarakat. Sesuai namanya, SlanKopi adalah produk kopi milik band rock nasional, Slank.

Memiliki nama besar di jagad musik nasional, band yang terbentuk pada 26 Desember 1983 tersebut bisa dengan sangat mudah untuk mengembangkan usaha di luar aktivitas bermusik.

Salah satunya dengan merintis bisnis kopi bernama SlanKopi ini. Senin (23/7) kemarin, lewat keempat personelnya, Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ridho (gitar) dan Ivanka (bass), pertamakalinya melounching produk kopi tersebut kepada media di salah satu toko retail yang terletak di Jalan Raya Kuta, Badung.

Kepada awak media, Bimbim mengaku bahwa bisnis kopi ini dirintis secara serius oleh Slank. Tidak hanya sekadar berbisnis, menurut Bimbim, ada alasan lain di balik keputusan band Slank untuk berbisnis kopi. Menurut dia, kopi memiki kedekatan khusus dengan Slank.

Sejak berhenti mengkonsumsi alkohol, hingga merokok, Slank sendiri memiliki ketergantungan terhdap kopi. Bahkan menurut sang drummer, kopi menjadi salah satu menu andalan yang selalu disediakan di belakang panggung sebelum dan sesudah manggung. “Kami selalu meminta disediakan kopi asli di belakang panggung sampai sekarang,” katanya.

Demikian pula menurut Ivanka. Sang Basis mengungkap jika Slankers (sebutan untuk fans Slank) dan Slank sangat identik dengan kopi. Bahkan dalam menciptakan karya juga sebagai penyemangat, kopi sangat berpengaruh penting. “Saat kumpul-kumpul bersama juga selalu ada kopi,” timpal Ivanka.

Keseriusan para persnonel band Slank dalam merintis bisnis ini sendiri tidak hanya dalam mempopulerkan merek kopi mereka sebagai ambasador. Untuk menjaga kualitas produk, para personel ini juga turun langsung ke lapangan untuk memilih biji kopi berkualitas. Bahkan mereka juga terlibat langsung dalam proses cupping kopi.

Dari semua proses pemilihan biji kopi terbaik yang dilakukan para personel, dipilihlah dua jenis kopi, yakni kopi Arabika dari Gayo Aceh dan kopi Robusta dari Wonosobo, Jawa Tengah yang dipilih menjadi bahan dasar olahan SlanKopi. “Dan jenis kopi yang kami pilih ini juga mewakili rasa atau taste yang hampir disukai oleh para pencinta kopi,” tambah Ivanka.

Sementara itu, menurut Kaka, bisnis kopi ini tidak semata untuk agar lebih bisa mendekatkan diri mereka dengan para Slankers nusantara. Lebih dari itu, bisnis SlanKopi ini juga untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat, dan juga membantuk mengangkat perekonomian para petani, khususnya petani kopi.

Lewat bisnis ini, Slank juga dikatakannya bis amembantu pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja. “Setidaknya dengan begini banyak Slankers seluruh indonesia membuka warung kopi,” ujarnya bernada canda. Sang vokalis ini juga berharap agar ke depannya, Slank tidak hanya terbatas pada bisnis kopi, tetapi juga merambah jenis bisnis lainnya.

SlanKopi sendiri tersedia dalam dua jenis produk, yakni SlanKopi in the cup (kopi siap seduh) dan juga Paket Usaha Kios SlanKopi. Paket Usaha Kios SlanKopi ini sendiri disediakan untuk memberikan kesempatakan kepada masyarakat untuk berwirausaha. “Dengan begitu, masyarakat dapat membuka kios kopi sendiri,” tandas Kaka. (mar/rid)

(rb/tir/mus/JPR)

 TOP