Rabu, 15 Aug 2018
radarbali
icon featured
Travelling

Catat!! Hotel di Bali Diskon 50 Persen untuk Wisatawan Korban Gempa

Rabu, 08 Aug 2018 13:45 | editor : ali mustofa

gempa lombok, bali bergoyang, hotel didiskon, pariwisata bali

Ilustrasi (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR - Sejumlah hotel di Bali memberlakukan harga khusus terhadap wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang akan memperpanjang masa tinggal di Bali.

Ini setelah adanya evakuasi dari para industri pariwisata Bali terhadap pada wisatawan yang terjebak saat melakukan liburan di Wilayah Lombok seperti Gili Trawangan.

Sejak Selasa dini hari kemarin, fast boat dari Bounty Cruises mengangkut 546 penumpang dan juga armada KM Binaiya milik PT Pelni sebanyak 86 penumpang.

Dengan dibantu beberapa industri pariwisata lainnya melalui Bali Tourism Hospitality (BTH) untuk memberikan bantuan terhadap proses evakuasi.

“Selain fast boat gratis, ada juga angkutan bus untuk para wisatawan mengangkut ke tempat tujuan, atau yang ingin mencari hotel di Bali,” kata Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali I Ketut Ardana.

Selain memberikan transportasi gratis, sebagai wujud kepedulian terhadap gempa Lombok, pihaknya memberikan harga

khusus yang akan menginap di beberapa hotel yang telah dilakukan koordinasi oleh pihak Bali Hotel Association (BHA) Bali.

“Ada sekitar 30 hotel yang kami sediakan dan memberikan diskon 40 sampai 50 persen dari harga normal masing-masing hotel,” terang Ketua BHA Bali Ricky Putra.

Kata dia, jumlah hotel yang memberikan diskon tersebut, akan menyesuaikan dengan kebutuhan.

Sehingga dengan bertambahnya kedatangan wisatawan juga bisa menambah hotel yang disediakan untuk memberlakukan harga diskon.

“Sementara, dari jumlah hotel yang memberlakukan diskon itu masih bisa menampung. Kabarnya ada 350 wistawan asing lagi yang akan dievakuasi,” jelasnya.

Disinggung apakah dengan kejadian gempa di Lombok, yang juga berdampak di Bali ini menjadikan wisatawan khususnya mancanegara untuk mempercepat kepulangan.

Ricky menyebut, proses percepatan pulang tersebut hampir tidak ada. “Hanya ada dua orang saja yang mempercepat kepulangan, sebagian wisatawan menganggap Bali sangat aman,” bebernya.

Senada dengan Ardana, meski ada dari para wisatawan yang memutuskan untuk mempercepat kepulangan, ini karena mereka yang mempercepat kepulangan merupakan wisatawan yang baru datang ke Bali.

“Kalau wisatawan yang berlibur menggunakan agen travel, itu sudah ada yang handle. Tapi yang melakukan perjalanan mandiri, ini yang kami kawal,” jelas Ardana.

Dia menegaskan, bahwa sebagian besar wisatawan mancanegara yang melakukan liburan di Lombok tersebut, merupakan wisatawan yang menjadikan Bali sebagai destinasi utama liburan.

“Jadi rata-rata lombok sebagai destinasi tambahan. Seperti turis Eropa, biasanya menggabungkan beberapa destinasi wisata lain selain Bali,” paparnya.

Apakah ini menjadi berkah bagi pelaku industri pariwisata Bali di tengah kondisi bencana, Ardana menjelaskan bahwa kondisi saat ini merupakan kondisi bencana yang dialami masyarakat Lombok dan juga wisatawan.

“Kami sebagai pelaku industri pariwisata berusaha memberikan bantuan untuk meringankan beban di tengah kondisi bencana. Jadi tidak ada istilah berkah atau apa. Murni bantuan kemanusiaan,” tegasnya.(

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia