Rabu, 15 Aug 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

BERDUKA!! Kibarkan Bendera di Bawah Laut, Penyandang Difabel Tewas

Jumat, 10 Aug 2018 07:15 | editor : ali mustofa

hut kemerdekaan, penyandang difabel tewas, kibarkan bendera, polsek kubu

MENINGGAL: Tim medis merapikan jenazah almarhumah yang meninggal usai diving di Tulamben (Istimewa)

AMLAPURA - Wisata diving di Kubu kembali menelan korban. Kali ini terjadi Kamis (9/8) kemarin pukul 10.45 wita.

Insiden berlangsung di perairan Wisata Liberty Tulemben, Banjar Dinas Tulemben, Kubu, Karangasem. Yang menjadi korban adalah Ni Wayan Parwati alias Anjeli, 37.

Korban adalah penyandang difabel asal Banjar Dinas Rame, Desa Kusamba, Klungkung.

Menurut informasi, musibah itu bermula ketika korban melakukan diving dalam rangka pengibaran bendera merah putih yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Saat menyelam, mereka mengajak seorang guide pendamping yakni yakni I Nengah Mangku Putu, Kadek Ari, I Ketut Sudarma (pedamping korban),

I Made Darma,  I Made Teja, I Nyoman Suastika,  I Gede Wawan,  I Ketut Antara, dan  I Komang Kerta.

Sebelum diving, I Nengah Mangku Putu selalu guide instruktur memberikan penjelasan kepada peserta diving.

Kemudian diving mulai dilakukan pukul 10.00 wita. Acara ini sendiri digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Waktu itu para penyelam berada pada kedalaman 6 meter dan langsung dilakukan pengibaran bendera merah putih selama 13 menit.

Saat itu korban menyatakan dalam kode diving kalau dirinya baik baik saja. “Korban sempat memberi kode kalau kondisinya baik baik saja,” ujar Kapolsek Kubu AKP Made Suadnyana.

Selanjutnya korban sempat berkeliling ke seputaran pengibaran bendera selama 10 menit. Seteleh melakukan pengibaran bendera korban dan peserta lainya juga tidak ada masalah.

Lalu guide pendamping mengajak korban untuk naik. Saat itu korban juga memberikan kode kalau dalam kondisi baik baik saja.

Namun, setelah sampai di permukaan air, I Ketut Sudarma guide pendamping korban bertanya tentang kondisi korban. Tapi, korban tidak menjawab.

Sudarma sempat memegang korban dan kondisinya sudah lemas. Lalu Sudarma meminta bantuan ke guide pendamping lainnya untuk melakukan evakuasi.

Korban sempat mendapat pertolongan pertama di pantai selama 15 menit. Karena tidak ada perkembangan korban di larikan ke Puskesmas Kubu I.

Di Puskesmas korban ditangani dr I Ketut Agus Muliadi Artawan dan korban dinyatakan telah meninggal dunia.

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia