Kamis, 20 Sep 2018
radarbali
icon featured
Travelling

Hidden Canyon, Obyek Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi!

Minggu, 09 Sep 2018 18:30 | editor : ali mustofa

Hidden canyon, sukawati, petualang,

INDAH : obyek wisata Hidden Canyon (Monica Rahayu)

GIANYAR - Hai pecinta traveling, bingung atau jenuh cari obyek wisata? 
Ini aku kasih alternatif tempat buat kamu sama teman-teman kamu yang suka tantangan dan belum pernah datang ke sini.  
Hidden Canyon. Obyek wisata ini letaknya di Desa Guwang, Sukawati guys. 

Tempat ini sudah ada sejak 2015 lho. Selain indah dengan pemandangan dinding-dinding batu yang kokoh, lokasi ini pun dikelilingi area Sungai Beji, Sukawati. 


Sebelum melewati lokasi-lokasi penuh tantangan di antara bebatuan-bebatuan besar yang sedikit agak licin, kamu harus menuruni kurang lebih 40-an anak tangga. 


Dari puluhan anak tangga itulah tujuan kamu menuju lokasi Hidden Canyon dimulai. Hal pertama yang akan ditemui pengunjung adalah Pura Dalem dan aliran air Sungai Beji yang sangat segar.


Tiket masuk per orang sangat murah lho. Kamu hanya butuh rogoh kocek kamu  Rp 10 ribu. Tempat wisata ini fokus untuk tebing jalur traking dengan spot petualangan dan spot untuk mengambil foto.

 “Bermain-main di lokasi ini sangat dianjurkan untuk tidak memakai sandal atau sepatu. Alasannya untuk menghindari terpeleset saat berjalan di antara dinding bebatuan,” ujar Komang Bayu Krisna Yuda salah satu official dan pemandu lokal.

Untuk menjaga keamanan dalam melakukan perjalanan, baiknya yang pertama kali datang ke sini atau belum pernah mencoba olahraga panjat tebing, lebih baik pakai jasa pemandu yang sudah siap dilokasi tepatnya di sebelah kiri loket pembayaran tiket masuk dengan tarif seiklasnya. 
Tidak menggunakan jasa mereka memang tidak masalah. 

Namun, sangat menganjurkan untuk melewati perjalanan di Hidden Canyon bersama pemandu. Karena dianggap titik kerawanan yang lumayan berbahaya dengan kemiringan mencapai 45 derajat. 

“Selain itu juga ada titik yang harus dipijak dan sama sekali tidak boleh dipijak untuk menghindari kepeleset,” terangnya.

Tersedia dua jalur untuk melalui Hidden Canyon, yakni trek panjang dan trek pendek. Untuk trek panjang, jarak tempuhnya sekitar satu kilometer, sedangkan trek pendek 200 meter. 

Menempuh jalur trek panjang hingga ujung memerlukan waktu cukup lama, berkisar dua sampai dua setengah jam. Sementara, jarak 200 meter ditempuh dalam waktu satu sampai satu setengah jam.

“Lama perjalanan biasanya tergantung ramai pengunjung. Kemudian pemberhentian untuk pengambilan foto dan banyaknya istirahat,” terang Bayu.

Untuk medan perjalanan sendiri pada umumnya memiliki beberapa pusat titik paling berat untuk dilalui. Yakni berada pada jarak 150 meter dan 800 meter. Karena pengunjung harus sigap menaruh kaki pada lubang-lubang dinding batu untuk berpindah posisi.

Meletakkan tangan pada sisi-sisi batu yang menjadi tumbuan badan untuk berpindah tempat. “Itulah medan yang paling berat, dan paling-paling berat. Di luar itu bisa dibilang berat tapi lebih mudah,” jelas dia.

Bagaimana dengan musim hujan? Saat musim hujan tiba diakui air di bawah tebing akan naik kurang lebih setengah meter. Dan akan mencapai sepinggang orang dewasa. 

Karena itu, pengunjung harus rela berbasah-basahan. Jika ingin mencoba adreanalin di lokasi ini bisa hari apa saja, tapi jelang akhir pekan lokasi ini akan lebih ramai dari biasanya. 

Pada hari normal yang datang kebanyakan wisatawan mancanegara terutama Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara pada akhir pekan selain travel, lokasi ini juga dipadati oleh wisatawan lokal dan domestik.


Kondisi sama juga terjadi ketika hari libur. Wisatawan di Hidden Canyon akan mengalami lonjakan signifikan pada Desember – Januari, tepatnya ketika liburan panjang tutup tahun dan tahun baru. 

(rb/pra/ika/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia