Kamis, 20 Sep 2018
radarbali
icon featured
Events

BRI Kanca Amlapura Salurkan Bantuan Sosial Non Tunai PKH Rp 16 Miliar

Senin, 10 Sep 2018 10:55 | editor : ali mustofa

bank bri, bri kanca amlapura, bantuan sosial pkh

SALURKAN BANTUAN: PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Amlapura salurkan bantuan sosial non tunai PKH Rp 16 miliar (Istimewa)

AMLAPURA - Pemimpin PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Amlapura Subagio memberikan bantuan bea siswa kepada 10 anak dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang berprestasi dalam rangka

monitoring realisasi Program Keluarga Harapan bersama Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementrian Sosial (Kemensos) Nur Pujianto, di Balai Banjar Susuan, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, Senin (3/9) lalu.

Dalam sambutannya,  Subagio menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial RI atas kepercayaannya yang diberikan kepada

Bank BRI untuk turut berpartisipasi secara aktif mensukseskan program Kementerian Sosial RI sebagai salah satu Bank penyalur bantuan non tunai yakni Program Keluarga Harapan (PKH).

Sehubungan dengan hal tersebut, Bank BRI sebagai mitra kerja Kementerian Sosial RI telah meluncurkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)-BRI, yaitu kartu debit khusus yang dapat digunakan oleh masyarakat yang sudah terdaftar di Kemensos sebagai penerima bansos.

Bank BRI Cabang Amlapura menjadi bank penyalur program tersebut. Pada tahun 2017, Bank BRI Cabang Amlapura telah memberikan Buku Tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera kepada 7.968 Keluarga Penerima Manfaat bantuan PKH dengan total dana yang disalurkan sebesar kurang lebih Rp 15 miliar.

Pada tahun 2018 terjadi penambahan penerimaan bantuan tersebut sehingga menjadi 10.585 Keluarga Penerima Manfaat bantuan PKH di 8 Kecamatan sekabupaten Karangasem.

Penyaluran bansos tahun 2018 sampai dengan tahap 3 sebesar Rp16 miliar. Bansos tersebut disalurkan sebanyak 4 tahap per tahun.

Untuk tahap 1 s/d 3 sebesar Rp 500.000/keluarga PKH, sedangkan tahap 4 sebesar Rp 390.000/keluarga PKH. Sistem penyaluran bantuan PKH ini menggunakan sistem non tunai.

Hal ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat pada sistem transaksi perbankan, yang pencairannya bisa melalui ATM BRI dan Agen BRILink yang ditunjuk sehingga dapat memudahkan realisasinya serta menghemat waktu dan tenaga.

Perlu diketahui bahwa Agent BRILink adalah salah satu program Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang

merupakan perpanjangan tangan BRI sebagai layangan Inklusif Keuangan yang memungkinkan masyarakat mendapat layanan perbankan tanpa harus ke bank. (adv)

(rb/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia