Kamis, 20 Sep 2018
radarbali
icon featured
Events
Kanwil Kemenag Bali

Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam Lewat Ngopi

Selasa, 11 Sep 2018 18:09 | editor : ali mustofa

program ngopi, tahun baru hijriah, satu muharam, kanwil kemenag bali

PROGRAM INOVATIF: Serangkaian peringatan tahun baru Hijriyah, digelar acara istighosah dan rilis program Ngopi oleh Kabid Pendis Kanwil Kemenag Bali di Lapangan Renon, Selasa pagi (Tiara Virgianti/Radar Bali)

DENPASAR - Dalam upaya peningkatan mutu dan tata kelola pendidikan, Bidang Pendidikan Islam (Pendis) dibawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) provinsi Bali berusaha menciptakan program pendidikan yang inovatif dan inspiratif.

Kali ini, Bidang Pendis menggagas kegiatan inovatif bertajuk Ngobrol Pendidikan Islam atau disingkat Ngopi.

Dalam kegiatan Ngopi yang bertepatan dengan tahun baru Hijriyah, terselip istighosah dan peringatan 1 Muharram 1440 H.

Kegiatan ini sukses digelar di lapangan Renon Denpasar, Selasa (11/9). Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-quran,

menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pengucapan 5 nilai Budaya Kerja Kemenag RI serta menyanyikan lagu Hymne dan Mars Madrasah.

Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, pembinaan mental pegawai Kanwil Kemenag, doa serta pengumuman pemenang video pendek profil madrasah.

Kepala Kanwil Kemenag provinsi Bali I Nyoman Lastra dalam sambutannya menjelaskan, Ngopi merupakan kegiatan inovatif dalam program Pendis yang harus dikembangkan.

Peringatan Muharam
program ngopi, tahun baru hijriah, satu muharam, kanwil kemenag bali

PROGRAM INOVATIF: Serangkaian peringatan tahun baru Hijriyah, digelar acara istighosah dan rilis program Ngopi oleh Kabid Pendis Kanwil Kemenag Bali di Lapangan Renon, Selasa pagi (Tiara Virgianti/Radar Bali)

“Apabila diumpamakan ngopi, tidak akan nikmat tanpa gula dan air panas. Kopinya adalah bapak ibu sekalian yang hadir, gulanya adalah bapak ibu pejabat.

Sedangkan air panasnya adalah Bapak Itjen Kemenag Nur Kholis Setiawan yang terus memanasi kita agar terus berpacu dalam membangun pendidikan Islam di Bali yang hebat dan bermartabat,” jelas Lastra.

Kepala Bidang Pendis sekaligus penggagas kegiatan Ngopi Arjiman, menuturkan, kegiatan Ngopi menjadi taktik dan strategi untuk pendidikan Islam agar mampu bersaing dan tidak terlibas

oleh hegemoni perubahan serta memberantas permasalahan umat yaitu kemiskinan, kemelaratan, kebodohan dan ketidakberdayaan.

“Semoga kegiatan Ngopi yang bertepatan dengan tahun baru Hijriyah mampu memberikan spirit Hijrah Nabi Muhammad SAW, yang mana kita yakini spirit ini dapat

membawa pendidikan Islam terus berkembang menjadi lebih bermutu dan unggul serta membangun peradaban pendidikan Islam Bali yang moderat,” tutur Arjiman.

Itjen Kemenag Nur Kholis menambahkan, harus ada perubahan yang dilakukan dalam satu lingkungan pendidikan.

“Tentu ada unsur dari pendidik atau tenaga kependidikan harus merubah paradigmanya sesuai dengan kondisi peserta didik sekarang.

Minimal yang harus mereka lakukan adalah menghadirkan diri sebagai motivator yang baik sekaligus memberikan wawasan yang lebih luas agar perserta didik bisa mengahadapi dengan lebih, sesuai dengan tantangan jaman,” paparnya.

Ia meyakini dalam dunia pendidikan, cara lama sudah tidak perlu dipakai karena bisa ketinggalan.

“Kemasannya yang kita rubah, ilmunya tidak berubah. Selalu berisi ajaran kebajikan. Tapi kalau cara kita menyampaikan kepada peserta didik seperti saat dulu kita mendapatkan,

ya akan semakin ditinggalkan. Anak-anak sekarang jauh lebih kreatif, tentu perlu cara-cara baru, cara yang lebih inovatif,” tegas Nur Kholis. (adv)

(rb/tir/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia