Kamis, 20 Sep 2018
radarbali
icon featured
Travelling

Angkat Tema Matha Subak, Festival Jatiluwih Genjot Kunjungan Wisatawan

Kamis, 13 Sep 2018 16:48 | editor : ali mustofa

jatiluwih festival, pariwisata tabanan, festival budaya

PERSIAPAN FESTIVAL: Berbagai persiapan menyambut Jatiluwih Festival Jumat (14/9) besok mulai dilakukan sejak Kamis (13/9) hari ini. (Juliadi/Radar Bali)

TABANAN – Festival Jatiluwih bakal digelar selama dua hari penuh mulai dari tanggal 14 sampai 15 September 2018.

Berbagai persiapan dilakukan manajemen DTW Jatiluwih dan Dinas Pariwisata Tabanan dalam festival Jatiluwih yang akan dibuka Jumat (14/9) besok.

Festival kali ini mengangkat tema Matha Subak dengan berlandaskan pada Tri Hita Karana. Selama dua hari penuh berbagai acara disajikan.

Mulai dari parade budaya, kolaborasi antara seniman nasional dan seniman Jatiluwih, khususnya seniman di Tabanan.

Manager Operasional DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa menjelaskan alasan mengapa Festival Jatiluwih kali ini mengangkat tema Matha Subak.

Festival Jatiluwih
jatiluwih festival, pariwisata tabanan, festival budaya

PERSIAPAN FESTIVAL: Berbagai persiapan menyambut Jatiluwih Festival Jumat (14/9) besok mulai dilakukan sejak Kamis (13/9) hari ini. (Juliadi/Radar Bali)

Karena pihaknya ingin lebih fokus memberdayakan potensi yang ada di Desa Jatiluwih dengan mengolaborasikan seniman dan musisi yang ada di Bali umumnya dan Tabanan khususnya dengan musisi dan seniman nasional.

“Kolaborasinya nantinya Gilang Ramadhan dengan seniman Tebuk Lesung alias kentungan dari Desa Jatiluwih. Tidak hanya itu,

kami juga akan menampilkan musik jazz dari Indra Lesmana, musik blues Ronald Gank, kemudian penampilan musisi I Wayan Balawan dan beberapa musisi lainnya,” jelasnya.

Yang lebih menarik dari Festival Jatiluwih adalah penampilan mejukut massal yang ditampilkan dari penari Sanggar Sri Manik Galih, Desa Jatiluwih.

Kemudian Tari Metangi, Angklung Wijaya Kusuma, permainan tradisional anak-anak Bali dan tarian lainnya.

Festival Jatiluwih
jatiluwih festival, pariwisata tabanan, festival budaya

PERSIAPAN FESTIVAL: Berbagai persiapan menyambut Jatiluwih Festival Jumat (14/9) besok mulai dilakukan sejak Kamis (13/9) hari ini. (Juliadi/Radar Bali)

“Kami juga menggelar lomba foto dan video saat Festival Jatiluwih berlangsung,” ungkapnya. Pengelola DTW Jatiluwih berharap, dengan digelarnya Festival Jatiluwih

dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 50 persen lebih, dari jumlah kunjungan yang rata-rata per harinya mencapai 1.600 wisatawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa mengatakan, DTW Jatiluwih sebagai salah satu destinasi wisata unggulan tujuan wisata di Tabanan, lebih mengedepankan konsep wisata alam.

Seperti keindahan panorama alam, pertanian terasering, dan subaknya. Terlebih lagi lahan persawahan di Jatiluwih sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco.

“Kembali  menggelar Festival Jatiluwih sebagai upaya untuk terus mempromosikan wisata di Tabanan dan DTW Jatiluwih khususnya ke dunia internasional,” ungkapnya.

Menurut Yasa, dalam festival yang digelar selama dua hari ini pengunjung ataupun wisatawan dapat menikmati juga kuliner khas Tabanan, menikmati kesenian tradisional,  dengan seniman lokal Bali serta musisi nasional.

“Dengan demikian kami juga berharap Festival Jatiluwih dapat meningkat jumlah kunjungan wisatawan,” tandasnya.(adv)

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia