Rabu, 14 Nov 2018
radarbali
icon featured
Travelling

Wagub Cok Ace Buka Jatiluwih Festival, Harap Dongkrak Kunjungan Turis

Jumat, 14 Sep 2018 17:45 | editor : ali mustofa

jatiluwih festival, wagub cok ace, pariwisata tabanan, pariwisata jatiluwih

BUKA FESTIVAL: Wakil Gubernur Bali Cokorda Artha Sedana (Cok Ace) saat membuka secara resmi Jatiluwih festival ke-III yang mengangkat tema Matha Subak. (Juliadi/Radar Bali)

TABANAN – Jatiluwih Festival ke-III yang mengangkat tema Matha Subak akhirnya resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Bali Cokorda Artha Sedana (Cok Ace), Jumat, (14/9) siang.

Pembukaan Jatiluwih Festival berlangsung di D'uma Open Stage, Jatiluwih, Penebel, Tabanan.

Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia I Gde Pitana, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryatuti,

Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Manager Pengelola DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa dan seluruh camat dan OPD se-Kabupaten Tabanan.

Wagub Cok Ace sangat mengapresiasi Festival Jatiluwih yang bertujuan mempromosikan daerah destinasi wisata. Festival ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.

“Yang lebih penting dalam festival kali ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat kita untuk menjaga lingkungan dan melestarikan lingkungan.

Bahwa dengan menjaga lingkungan bisa juga memberikan nilai ekonomi,” jelas mantan Bupati Gianyar tersebut.

Wagub Cok Ace menambahkan, sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco, kunjungan wisatawan ke Jatiluwih terus mengalami peningkatan.

Tinggal bagaimana memperbaiki infrastruktur seperti jalan, terutama masalah parkir yang perlu dipikirkan ke depannya.

Sehingga lebih optimal lagi dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pihaknya akan mendorong festival ini masuk ke dalam even kalender pariwisata pada bulan November.

Festival Jatiluwih
jatiluwih festival, wagub cok ace, pariwisata tabanan, pariwisata jatiluwih

BUKA FESTIVAL: Wakil Gubernur Bali Cokorda Artha Sedana (Cok Ace) saat membuka secara resmi Jatiluwih festival ke-III yang mengangkat tema Matha Subak. (Juliadi/Radar Bali)

Sekedar saran untuk festival selanjutnya perlu terdapat pilihan kesenian yang ada kaitannya dengan pertanian.

“Mungkin ada kegiatan menanam padi atau kegiatan lainnya, jangan hanya pertunjukan ini saja. Tetapi even-even yang ada hubungannya dengan agriculture,” terangnya.

Kendati demikian, menurut Wagub Cok Ace, secara keseluruhan festival yang berlangsung dua hari tersebut sudah baik dan bagus.

Akan tetapi, jelasnya, waktu dua hari tersebut sangat kurang. Seharusnya ada acara diskusi, undang wisatawan untuk tinggal di rumah penduduk atau homestay, serta yang lainnya.

“Ke depan panitia harus mengadakan diskusi tentang pertanian Bali, subak dan sebagainya. Kami berharap dengan digelar Festival Jatiluwih kunjungan wisatawan terus mengalami kenaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya festival Jatiluwih ini.  

Ke depan dia berharap festival digelar tahunan karena tujuanya untuk mengenalkan potensi yang dimiliki oleh Jatiluwih.

“Mohon juga kepada bapak menteri rajin-rajin memberikan bantuan ke Jatiluwih,” kata bupati asal Desa Angseri, Baturiti.

Bupati Eka menekankan kepada masyarakat dan instansi terkait selalu menjaga warisan budaya dunia untuk menjaga Tabanan agar tetap ajeg.

“Festival kali ini juga didukung oleh seniman lokal dan nasional juga,” tandasnya. (adv)

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia