Sabtu, 15 Dec 2018
radarbali
icon featured
Travelling

Penerbangan Internasional Naik 10,23 Persen, Mayoritas Tujuan…

17 September 2018, 12: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

penerbangan internasional, bps bali

Ilustrasi turis asing saat menikmati hidangan diatas pesawat dari Jakarta tujuan Denpasar (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah pesawat angkutan udara internasional yang berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai pada bulan Juli 2018 tercatat mencapai 3.340 unit penerbangan.

Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan keadaan bulan sebelumnya (mtm) yang mencapai 3.030 unit penerbangan, atau tercatat mengalami peningkatan sebesar 10,23 persen.

Kabid Statistik Distribusi BPS Bali I Nyoman Gede Subadri mengungkapkan, kondisi yang sama juga terjadi pada jumlah penumpang

penerbangan internasional yang tercatat meningkat 558.664 orang di bulan Juni 2018 menjadi 618.754 orang di bulan Juli 2018.

“Peningkatan secara persentase sebesar 10,76 persen dibanding bulan sebelumnya (Juni),” ujar I Nyoman Gede Subadri.

Dia menjelaskan, untuk jumlah bagasi dan barang angkutan udara internasional juga mengalami peningkatan 9,51 persen dari bulan sebelumnya, yaitu dari 8,21 juta ton menjadi 8,99 juta ton.

10 negara yang menjadi tujuan utama keberangkatan pesawat angkutan udara internasional pada Bulan Juli 2018 adalah Australia, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Hongkong, Qatar, Uni Emirat Arab, Thailand, Jepang, dan Taiwan.

“Tujuan Uni Emirat Arab mengalami peningkatan tertinggi mencapai 22,37 persen,” jelas I Nyoman Gede Subadri.

Dia menambahkan, selama tahun 2017 hingga 2018, keberangkatan pesawat tujuan Uni Emirat Arab mencapai titik tertinggi di bulan Juli 2018.

Hal ini diduga karena baru dibukanya rute penerbangan Dubai- Auckland (Selandia Baru) yang melewati Denpasar.

Selain tujuan Uni Emirat Arab, keberangkatan pesawat tujuan Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Australia mengalami peningkatan hingga belasan persen.

Namun, kondisi yang berbeda ditunjukkan oleh penerbangan tujuan Hongkong yang mengalami penurunan. “Penurunan penerbangan tujuan ke Hongkong sebesar 4,10 persen,” pungkasnya.

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia