Sabtu, 15 Dec 2018
radarbali
icon featured
Events
STPBI Bali Gelar Seminar Pariwisata

Industri Pariwisata Butuh Teknologi, STPBI Siapkan Calon Berkompeten

29 September 2018, 07: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

seminar pariwisata, stpbi bali, teknologi pariwisata

Ketua Program Studi Diploma IV Manajemen Kepariwisataan STPBI, Ibu Komang Trisna Pratiwi Arcana (no. 4 dari kiri) bersama dgn manajemen STPBI dan peserta Seminar World Tourism Day 2018 (Istimewa)

DENPASAR – Program Studi Diploma IV Management Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) sukses menyelanggarakan seminar

bertema Tourisme and Digital Transformation di kampus STPBI, jalan Kecak nomor 12, Tonja, Denpasar, Jumat (28/9) siang.

Seminar yang digelar dalam rangka peringatan World Tourism Day yang jatuh pada 27 September itu melibatkan 179 peserta yang terdiri dari mahasiswa STPBI, Poltek Bali, STP Nusa Dua dan beberapa siswa dari SMA dan SMK di Denpasar. 

Ketua Program Studi D IV Manegement Pariwisata, Komang Trisna Pratiwi Arcana mengatakan, sebagaimana temanya, seminar ini membahas tentang bagaimana pariwisata sekarang yang harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Seminar ini menghadirkan tiga orang pembicara, mulai dari pelaku media sosial, penyedia jasa aplikasi pemesanan seperti Traveloka, dan praktisi pariwisata.

Ketiganya adalah Founder and CEO Indogolf Pasport Indonesia David Kurniawan, Founder Info Denpasar & Jakarta Info Yus Sudibya, dan Country Market Manager Traveloka.com John Safenson.

"Goalsnya, tentunya kami ingin branding. Dan yang kedua, kami ingin memperkenalkan bahwa ada peringatan World Tourisme Day, yang bahkan belum banyak orang yang tahu," katanya usai seminar.

Menurutnya, lewat seminar ini, pihaknya juga ingin memberitahu bahwa pariwisata membutuhkan teknologi.

"Apalagi Bali kan daerah pariwisata," tambahnya. Harapannya dengan begitu, menurut dia, nantinya pihak kampus STPBI bisa menghasilkan para calon tenaga kerja yang berkompeten di bidang pariwisata.

"Kami menciptakan calon tenaga profesional. Bahkan, belum lulus saja, mahasiswa kami sudah bekerja di pariwisata. Karena di sini kami mempersiapkan mereka untuk langsung bekerja," tandasnya. (adv)

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia