Kamis, 18 Oct 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Miris! Melayat, Dewan Badung Temukan Warga Miskin di Kabupaten Terkaya

Selasa, 02 Oct 2018 05:45 | editor : ali mustofa

warga miskin, Pemkab Badung, DPRD Badung, Bedah Rumah, Kabupaten Terkaya,

KK MISKIN : Pemerintah akhirnya mengecek rumah milik almarhum Wayan Suarnawa. (Made Dwija Putra)

MANGUPURA-Mendapat label sebagai kabupaten terkaya, ternyata Badung belum benar-benar zero warga miskin.


Terbukti, di kabupaten dengan pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi  di Bali, ini masih ditemukan KK miskin.  


Seperti dibenarkan Ketua Komisi IV DPRD Badung  AAN Ketut Agus Nadi Putra, Senin (1/10).


Menurut Rah Tut-sapaan AAN Ketut Agus Nadi Putra, warga miskin Badung itu ditemukan di  Banjar Taman Merthanadi, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara.


Warga miskin itu, yakni  Keluarga  almarhum Wayan Suarnawa. 


Mirisnya, keberadaan KK miskin ini, justru ditemukan tanpa sengaja oleh Rah Tut saat sedang melayat. 


“Saya tahu bahwa salah satu rumah warga di Banjar Mertanadi ini saat melayat ke almarum  Wayan Suarnawa. 


Saya menemukan rumah yang sangat tidak layak huni, dan kami suruh mengajukan untuk mendapatkan bedah rumah. 


Tapi, karena kemiskinan di Kelurahan Kerobokan ini nol, maka keluarga tersebut tidak mendapatkan bantuan bedah rumah,” ujar Rah Tut.


Atas temuan itu, pihaknya mengaku langsung melakukan koordinasi bersama tokoh-tokoh masyarakat di  Kuta Utara dan Kelurahan Kerobokan Kelod untuk membantu keluarga almarhum untuk mendapatkan rumah yang layak. 


“Saya membantu melalui lembaga Koperasi  Panca Marga sebesar Rp 50 juta  untuk melakukan bedah rumah ini dan sisanya akan diusahakan oleh para tokoh di Kerobokan Kelod, ” jelasnya.


Menurutnya, sebelum memberikan bantuan, ia juga sudah pernah menyampaikan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan bedah rumah, dan sudah pernah di survei sehingga sudah pernah dapat bantuan sehingga pemerintah akhirnya mencatat untuk mengenolkan kemiskinan di Kelurahan Kerobokan kelod. 


“Secara administrasi keluarga tersebut tidak bisa dibantu oleh pemerintah.  


Kami miris melihatnya dan kami harapkan pemerintah melakukan crosscheck  ke depannya agar tidak lagi terjadi seperti ini,” tukas Politisi Golkar Badung ini. 

(rb/dwi/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia