Senin, 17 Dec 2018
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Untungkan Korporasi dan Rampas Hak Rakyat, People Global Tolak IMF-WB

05 Oktober 2018, 12: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

demo tolak imf, imf-wb meeting, polda bali

TOLAK IMF: People Global menggelar demo di depan Mapolda Bali, Jumat pagi (Marcell Pampur/Radar Bali)

DENPASAR - Kurang lebih 50 orang yang tergabung dalam People Global Conference Against IMF-WB menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Bali, Jumat (5/10) siang.

Aksi yang digelar mulai pukul 09.00 ini juga disertai dengan aksi teatrikal. Di mana beberapa pendemo diborgol tangan dan juga mengenakan masker penutup muka.

Dalam aksi tersebut, massa yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa dan masyarakat di Bali ini menyatakan sikapnya terkait gelaran IMF Bank dunia yang akan digelar pada tanggal 8 sampai 14 Oktober.

Hilda Khasmi, juru bicara People Global Conference Against IMF-WB mengatakan, gerakan ini merespons digelarnya IMF di Bali yang dianggap banyak merugikan bangsa.

"Program IMF World Bank sesungguhnya lebih mengutamakan pelayanan bagi korporasi untuk mengeruk keuntungan  dan merampas hak-hak rakyat atas nama pembangunan," tegasnya.

Hal ini juga yang menjadi dasar mengapa eksistensi dan program IMF menimbulkan banyak persoalan bagi rakyat, tidak bisa menyelesaikan kemiskinan dan justru memperbesar ketimpangan,

perampasan hak buruh, fleksibilitas pasar tenaga kerja, monopoli, perampasan tanah, meningkatnya beban hutang, kerusakan lingkungan,

liberalisasi dan banyak hal lainnya yang merupakan dampak buruk yang ditanggung rakyat akibat berbagai program dan utang IMF-Wolrd Bank.

"Bersama ini kami juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan dan memajukan perjuangan menentang segala bentuk pemberangusan

demokrasi dan memajukan perjuangan untuk menentang skema dan program IMF Bank Dunia yang telah menyengsarakan rakyat," tandas wanita berjilbab ini.

Para peserta demo sempat bersitegang dengan aparat kepolisian. Pasalnya, aksi demo ini diduga tidak mengantongi surat pemberitahuan resmi kepada polisi dan hanya mengantongi surat izin keramaian saja. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia