Kamis, 18 Oct 2018
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Khawatir Revitalisasi Ganggu Priuk, Pedagang Banyuasri Minta Jaminan..

Jumat, 05 Oct 2018 19:45 | editor : ali mustofa

revitalisasi pasar Banyuasri, pedagang galau, Pemkab Buleleng, Bupati Buleleng,

SOSIALISASI : Suasana sosialisasi revitalisasi Pasar Banyuasri (Eka Prasetya)

SINGARAJA –Rencana revitaliasi membuat sejumlah pedagang Pasar Banyuasri galau.

Mereka khawatir, wacana revitalisasi itu akan berdampak pada pendapatan atau priuk para pedagang.

Pasalnya, selama masa revitalisasi berlangsung, para pedagang di pasar ini harus direlokasi.

Kegalauan dan kekhawatiran pedagang Pasar Banyuasri, ini seperti terungkap saat sosialisasi proses pembangunan Pasar Banyuasri di rumah jabatan Bupati Buleleng, Jumat (5/10).

 Salah satunya seperti disampaikan salah seorang pedagang, Sugeng Darmawan.

Sugeng mengatakan, meski para pedagang setempat sangat mendukung rencana pemerintah melakukan revitalisasi pasar, namun pihaknya meminta kepastian agar luas lapak yang diberikan pada pedagang tak berkurang.

Sebab selama ini, kata Sugeng, para pedagang di beberapa pasar tradisional, mengeluhkan ukuran lapak yang makin kecil begitu revitalisasi dilakukan.

Selain itu pedagang juga meminta pemerintah memberikan kepastian durasi pembangunan.

“Mana yang prioritas? Takutnya setelah pasar dibongkar, uangnya tidak cukup akhirnya tidak selesai-selesai. Ujungnya kami (pedagang) terbengkalai,” kata Sugeng yang sehari-harinya berjualan kelapa parut di Pasar  Banyuasri.

Menanggapi kekhawatiran dan harapan pedagang, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, revitalisasi tidak akan merugikan pedagang.

Ia menjamin pedagang akan mendapat tempat yang sama dengan luas lapak yang sama. Agus mengklaim revitalisasi pasar justru memberdayakan pedagang untuk menggerakkan ekonomi Buleleng.

“Sekarang kami adakan pertemuan dengan pedagang agar isu itu tidak membuat para pedagang takut dengan revitalisasi ini. Saya lihat mereka sudah mulai paham dan mengerti,” ujar Agus.

Rencananya pemerintah akan membangun pasar dalam kurun waktu tiga tahun, dengan asumsi pembangunan menggunakan APBD Buleleng.

Namun bila mendapat bantuan dana dari Pemkab Badung dan Pemprov Bali, maka pembangunan pasar diyakini tuntas dalam waktu dua tahun.

(rb/eps/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia