Rabu, 19 Dec 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejar Absensi, PNS Badung Tabrak Anjing Hingga Tewas, BKPSDM Bilang…

06 Oktober 2018, 14: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pns badung, tewas tabrak anjing, bkpsdm badung, rsud mangusada

JENAZAH ALMARHUM: Jenazah Gus Surya sementara masih dititip di kamar jenazah RSUD Mangusada usai tewas karena menabrak anjing (Made Dwija Putra/Radar Bali)

MANGUPURA – Datangnya musibah kematian tak bisa ditebak. Itu juga yang dialami Ida Bagus Gede Surya, 49, yang akrab dipanggil Gus Surya.

Almarhum adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Badung yang meninggal karena kecelakaan menabrak anjing

di Jalan Raya Anggungan, Anggungan, Lukluk, Badung, Jumat (5/10) pagi saat mau berangkat kerja mengikuti kegiatan Krida di Puspem Badung.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya, mengaku sudah mendapat informasi terkait musibah kecelakaan yang dialami Gus Surya bersama sang istri.

“Kita turut berduka cita dan mendoakan arwah beliau mendapat tempat layak. Dan keluarga yang ditinggalkan tabah dengan musibah yang terjadi,” ujar birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini.

Ditanya mengenai dugaan almarhum Gus Surya kecelakaan karena  mengejar waktu absen, Wijaya mengakui sudah menjadi kewajiban seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk absen tepat waktu.

Karena absensi sudah ada ketentuannya. Khusus untuk hari Jumat memang agak lebih pagi, yakni dari pukul 06.00-06.30, sedangkan siang dari pukul 12.00-13.00. 

Sementara untuk hari Senin sampai Kamis, lebih siang yakni  dari pukul 07.00-07.30, sedangkan sore dari pukul 15.30-17.00. 

“Tapi begini, mau absen pagi atau lebih siang, ini kan namanya musibah dan bisa terjadi pada siapapun. Makanya kami imbau kepada seluruh pegawai untuk hati-hati saat berkendara,” bebernya.

Di lain sisi, Ida Bagus Dea Brahmanda anak pertama mendiang mengatakan, jenazah ayahnya kini masih dititipkan di Rumah Sakit Mangusada.

Jenazah akan di bawa pulang pada tanggal 8 Oktober mendatang dan pelebon atau ngaben  pada 10 Oktober mendatang.

“Ya sementara jenazah kami titip dulu di Rumah Sakit. Sementara kami di rumah masih menyiapkan sarana upacaranya,” ungkapnya.

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia