Sabtu, 20 Oct 2018
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Buang Limbah Sembarangan, Pol PP Tindak Pengusaha Tahu

Rabu, 10 Oct 2018 19:45 | editor : ali mustofa

pencemaran lingkungan, limbah tahu, Satpol PP Denpasar, DLHK, Denpasar, Camat Denbar, pengusaha Tahu, Pemkot Denpasar,

DISIDAK : Petugas Satpol PP Kota Denpasar saat lakukan sidak ke salah satu pemilik usaha tahu di Denpasar (Adrian Suwanto)

DENPASAR- Pengusaha tahu yang ada di Jalan  Muka Barat VIII No.10, Desa Tegal Kerta disemprit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Denpasar Barat.

Teguran petugas terhadap pengusaha tahu, menyusul banyaknya laporan warga dengan pencemaran yang terjadi.

Selain bau yang menyengah, limbah tahu yang dibuang juga menyebabkan pencemaran lingkungan.

Seperti dibenarkan Kasi Ketertiban dan Kebersihan Satpol PP Kota Denpasar, I Gusti Ketut Arya Wirawan, Rabu (10/10).

Dikonfirmasi disela sidak, ia mengatakan bahwa, sidak dilakukan Satpol PP Kota Denpasar setelah pihak Satpol PP melakukan teguran kepada para pengusaha.

Menurutny,a pengusaha tahu ini berapa kali mendapat teguran  dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar tertanggal 2 Agustus 2018. 



Sesuai surat peringatan tersebut dinyatakan usaha tahu dengan pemilik Robiun telah mengganggu lingkungan melalui limbah yang dihasilkan.

“Kami satpol PP Kecamatan hanya sebatas melakukan pengawasan dan pembinaan.

Sedangkan untuk penegakkan dan penindakkan dilakukan Satpol PP induk untuk itu akan segera kami lakukan laporkan,” ujarnya. 



Sementara itu,Camat Denpasar Barat AAN Made Wijaya menambahkan untuk pelanggaran terjadi di wilayahnya apapun jenis usahanya harus ditindak tegas.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan usaha benar-benar mematuhi aturan yang ada dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Kami pada prinsipnya sangat mendukung usaha kecil seperti usaha tahu. Namun masyarakat harus juga mematuhi aturan dengan tidak menimbulkan permasalahan lingkunang,” ujarnya. 



Terkait degan usaha tahu yang menimbulkan limbah mengganggu lingkungan Wijaya berharap agar segera ditutup sampai mau mentaati aturan yang ada. “Jangan hanya mikir untung tanpa pedulikan lingkungan,”tukasnya.

(rb/feb/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia