Sabtu, 20 Oct 2018
radarbali
icon featured
Hiburan & Budaya

Sindir Pertemuan Rentenir Dunia Melalui Pameran Seni, Ini Kritiknya...

Kamis, 11 Oct 2018 09:52 | editor : ali mustofa

imf-wb meeting, pameran seni, kritik sosial

MENGGELITIK: Sejumlah pengunjung menikmati karya seni yang dipamerkan di Jatijagad Kampung Puisi, Renon, Denpasar kemarin. (Wayan Widyantara/Radar Bali)

DENPASAR - Gerakan masyarakat untuk mengkritisi pertemuan IMF-WB tak hanya melalui forum resmi maupun aksi jalanan.

Tetapi juga dengan pameran seni, seperti kartun, poster mural dan lainnya. Pameran digelar organisasi gerakan, Pro Demokrasi (ProDem) Bali bekerjasama dengan Gerak Lawan di Jatijagad Kampung Puisi, Renon, Denpasar.

Pameran ini berlangsung antara tanggal 10 hingga 14 Oktober 2018 mendatang. Puluhan karya ditampilkan oleh sejumlah seniman Bali dalam acara yang bertajuk #WorldBeyondBanks, Another World Is Possible.

Seperti kartun dari Gus Dark, poster aksi dari Alit Ambara (Nobodycorp), komik panel dari Mang Gen (komunitas djamur) dan mural dari komunitas pojok.

“Pameran ini adalah rangkaian dari gerakan untuk mengkritisi gelaran IMF-WB,” ujar Ketua ProDem Bali, I Nyoman Mardika kemarin.

Dalam kartun dan poster yang ditampilkan, bercerita tentang beragam persoalan yang terjadi di Indonesia.

Seperti reklamasi Teluk Benoa dan Jakarta, kasus tambang emas di Tumpang Pitu, Banyuwangi, PLTU Celukan Bawang dengan batubara, Kendeng dan masih banyak lagi karya yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan.

“Kami sikapi ini karena diam bukanlah emas. IMF – WB memang layak untuk dikritisi. Sebab, pertemuan lembaga ini tidak sepenuhnya

bermanfaat dan berdampak positif untuk masyarakat Bali dan Indonesia, bahkan dominan berdampak negatif,” terangnya.

Selain karya seniman Bali, juga ada dari seni instalasi kolaborasi dari seniman luar negeri yang mengatasnamakan dirinya

The Artivist Network Combining Art and Activism, yakni Amalen (Malaysia), Angus (South Africa), dan Eline (Holland).

Sesuai jadwal, pameran di Jatijagad Kampung Puisi ini pun di buka untuk umum dari tanggal 10 hingga 14 Oktober 2018 mendatang.

Tak hanya pameran, beragam diskusi dan pertunjukan seni dan musik pun rencananya akan digelar untuk mengkritisi pagelaran IMF-WB tersebut

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia