Sabtu, 15 Dec 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Diguncang Gempa, Tiga Rumah di Gerogak dan Sukasada Ambruk

11 Oktober 2018, 22: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

gempa situbondo, tak ada tsunami, warga bali panik, data bmkg, rumah roboh, BPBD Buleleng, Pemkab Buleleng,

RUSAK BERAT : Rumah milik warga akibat terdampak gempa Situbondo, Kamis (11/10) dini hari (Eka Prasetya)

SINGARAJA – Gempa dengan kekuatan 6.3 skala richter yang terjadi Kamis (11/10) dini hari, turut berdampak di Kabupaten Buleleng.

Tiga rumah warga mengalami rusak berat sehingga tak dapat dihuni.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun segera mengusulkan dana bantuan bagi para korban.

Kerusakan itu tersebar di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, serta Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada. Di Desa Banyupoh, tembok rumah milik Gede Merta Jiwa roboh.

Beruntung korban bersama istri dan anak-anaknya berhasil selamat.

Perbekel Banyupoh Ketut Bijaksana mengatakan, saat gempa terjadi, korban bersama keluarganya tengah tertidur di dalam rumah.

Begitu gempa mengguncang, korban tersadar dan membangunkan anak istrinya agar segera keluar rumah.

“Warga kami sudah di luar rumah. Tiba-tiba tembok rumahnya langsung ambruk ke arah dalam.

Kusen jendelanya juga sampai lepas.

Sementara dia menumpang di rumah keluarganya yan lain,” kata Bijaksana.

Selain itu di Desa Pegayaman, dua rumah warga juga mengalami kerusakan.

Masing-masing rumah milik Syahwan Afif dan Sopian, warga Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman.

Pemilik rumah beserta keluarganya berhasil selamat dalam peristiwa tersebut.

Di sisi lain, gempa yang terjadi pada Kamis dini hari juga menimbulkan rasa trauma bagi warga di Seririt.

Terlebih gempa puluhan tahun silam masih membekas di hati warga.

Usai gempa terjadi pada Kamis dini hari, banyak warga yang akhirnya terjaga hingga pagi.

“Kalau sampai mengungsi sih tidak. Tapi ada yang akhirnya terjaga sampai pagi. Ada juga yang memilih tidur di teras rumah karena takut gempa susulan,” ujar Camat Seririt, Nyoman Riang Pustaka.

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng Wayan Duala Arsayasa mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan di rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.

Untuk sementara BPBD Buleleng baru menerima tiga laporan kerusakan akibat musibah yang terjadi Kamis dini hari lalu.

“Segera kami distribusikan logistik untuk korban.

Untuk perbaikan rumah, nanti segera kami susun proposal dan kami sampaikan ke BPBD Bali sehingga mereka bisa mendapat dana stimulan,” kata Duala. 

(rb/eps/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia