Sabtu, 20 Oct 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Hanyut Terseret Arus, KMP Nusa Dua Terombang-Ambing Empat Jam

Jumat, 12 Oct 2018 20:15 | editor : ali mustofa

kapal hanyut, Selat bali, KMP Nusa Dua, Air laut surut, Pelabuhan Gilimanuk,

HANYUT : KMP Nusa Dua di Selat Bali (Anom Suardana)

NEGARA – NEGARA – Musibah kembali terjadi di Selat Bali, Jumat (12/10) sekitar pukul 05.30.

Setelah sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Cemerlang 55 hanyut terseret arus deras, kini giliran KMP Nusa Dua mengalami nasib sama.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hanyutnya kapal yang dinahkodai M Aririn, terjadi sesaat menjelang kapal hendak menunggu antrean sandar di pelabuhan Gilimanuk.

Saat menunggu antrean, tiba-tiba arus laut mengalami surut.

KMP Nusa Dua mulai mengalami masalah.

Derasnya arus laut ke arah selatan tidak mampu dilawan oleh kekuatan mesin kapal.

Sehingga KMP Nusa Dua hanyut mengikuti arah arus.

Derasnya arus terus menyeret KMP Nusa dua semakin menjauh dari Pelabuhan Gilimanuk.

Baru setelah hanyut sekitar tiga kilometer dari pelabuhan Gilimanuk, KMP Nusa Dua berhasil bertahan agar tidak semkain jauh terseret arus.

Untuk menunggu air pasang dan arus melemah, KMP yang memuat 7 unit truk sedang, 4 mobil kecil atau mobil pribadi dan 11 sepeda motor serta 28 orang penumpang itu mengapung diperairan sebelah barat Gelung Kori lingkungan Pengiuman, Gilimanuk.

Cukup lama KMP milik perusahaan pelayaran PT Putera Master SP itu mengapung.

Setelah sekitar dua jam mengapung karena hanyut, KMP Nusa Dua mulai bisa bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk lantara arus sudah mulai melemah.

Akhirnya KMP Nusa Dua bisa sampai dan sandar di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 09.10. “Kapal itu hanyut diperkirakakan karena terseret arus deras saat air surut.

Namun sudah berhasil sandar dengan  selamat,” tukas Kepala Kantot Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) kelas III atau Syahbandar Gilimanuk, Nyoman Suryantha.

Setelah sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Cemerlang 55 hanyut terseret arus deras, kini giliran KMP Nusa Dua mengalami nasib sama.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hanyutnya kapal yang dinahkodai M Aririn, terjadi sesaat menjelang kapal hendak menunggu antrean sandar di pelabuhan Gilimanuk.

Saat menunggu antrean, tiba-tiba arus laut mengalami surut.

KMP Nusa Dua mulai mengalami masalah.

Derasnya arus laut ke arah selatan tidak mampu dilawan oleh kekuatan mesin kapal.

Sehingga KMP Nusa Dua hanyut mengikuti arah arus.

Derasnya arus terus menyeret KMP Nusa dua semakin menjauh dari Pelabuhan Gilimanuk.

Baru setelah hanyut sekitar tiga kilometer dari pelabuhan Gilimanuk, KMP Nusa Dua berhasil bertahan agar tidak semkain jauh terseret arus.

Untuk menunggu air pasang dan arus melemah, KMP yang memuat 7 unit truk sedang, 4 mobil kecil atau mobil pribadi dan 11 sepeda motor serta 28 orang penumpang itu mengapung diperairan sebelah barat Gelung Kori lingkungan Pengiuman, Gilimanuk.

Cukup lama KMP milik perusahaan pelayaran PT Putera Master SP itu mengapung.

Setelah sekitar dua jam mengapung karena hanyut, KMP Nusa Dua mulai bisa bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk lantara arus sudah mulai melemah.

Akhirnya KMP Nusa Dua bisa sampai dan sandar di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 09.10. “Kapal itu hanyut diperkirakakan karena terseret arus deras saat air surut.

Namun sudah berhasil sandar dengan  selamat,” tukas Kepala Kantot Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) kelas III atau Syahbandar Gilimanuk, Nyoman Suryantha.

(rb/nom/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia