Sabtu, 25 May 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Siapkan Trik Kontra Mitra Kukar, Coach Widodo Ingatkan Critical 10

15 Oktober 2018, 11: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, mitra kukar, coach widodo, critical 10

JAJAL RUMPUT DIPTA: Nick Van der Valden mengiring bola di Stadion Kapten Dipta beberapa waktu lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

GIANYAR - Tiga hasil kurang memuaskan diraih Bali United dalam tiga pertandingan terakhir. Motivasi untuk bangkit jelas tertanam dalam diri semua pemain.

Tapi, bagaimana caranya? Ini yang coba dipecahkan Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro bersama staf pelatih.

Kejelian dan kecerdikan Widodo diuji menghadapi Mitra Kukar yang sama-sama berpredikat tim pincang setelah kalah di pertandingan terakhir.

Coach Widodo mengklaim sudah memilik trik jitu untuk meredam skuad Laskar Naga Mekes – sebutan Mitra Kukar.

Yang jelas, untuk mengembalikan kepercayaan diri, skuad Bali United melakukan sesi latihan di Pantai Double Six, Seminyak. Tentu saja tujuannya adalah menghilangkan kejenuhan pemain.

“Motivasi bangkit jelas ada. Persiapan khusus juga sudah dilakukan saat kami melakukan sesi latihan di pantai beberapa waktu lalu.

Itu dari segi teknis. Dari segi nonteknis tentu ada. Entah manajemen akan melakukan apa. Yang terpenting, para pemain tidak terbebani untuk pertandingan ini. Saya ingin meraih hasil yang maksimal juga,” ucapnya.

Faktor teknis lainnya adalah bagaimana caranya untuk bisa melewati critical 10 dalam pertandingan malam ini.

10 menit awal dan akhir adalah menit-menit yang sangat krusial yang harus bisa diantisipasi I Gede Sukadana dkk.

Secara garis besar, pelatih berusia 48 tahun ini sudah menganalisa dan mengeveluasi hasil dari dua pertandingan terakhir mereka.

“Tentu kuncinya adalah fokus dan konsentrasi. Kami selalu kecolongan di menit awal dalam dua pertandingan terakhir.

Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan dalam sesi latihan, bisa diaplikasikan dengan maksimal. Masalahnya dalam 10 menit pertama terakhir itu sama-sama di konsentrasi,” pungkasnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP