Sabtu, 25 May 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Mitra Kukar Pasang Lima Bek Jadi Alasan Bali United Gagal Pesta Gol

16 Oktober 2018, 08: 21: 30 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, mitra kukar, coach widodo

DUEL UDARA: Brwa Nouri duel udara dengan pemain Mitra Kukar Danny Sean Guthrie di Stadion Kapten Dipta Senin malam (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

GIANYAR – Skuad Bali United berhasil menghentikan paceklik kemenangan saat menghadapi Mitra Kukar dalam lanjutan pekan ke-25 Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin malam kemarin.

Bali United sukses membungkam Mitra Kukar dengan skor tipis 1 – 0 berkat gol yang dicetak pemain asal Belanda, Melvin Platje pada menit 40 setelah menerima umpan dari bek kanan Andhika Wijaya.

Kemenangan tipis ini mengantarkan Serdadu Tridatu kembali ke jalur perebutan juara. Untuk sementara Serdadu Tridatu berada diperingkat empat klasemen sementara dengan raihan 40 poin.

Untuk Mitra Kukar, skuad asuhan Rahmad Darmawan ini masih “nyaman” berada diperingkat ke-15 dengan mengumpulkan 29 poin.

13 kali tembakan dengan enam tembakan yang mengarah ke gawang Yoo Jae Hoon. Namun, hanya satu gol yang bersarang. Itupun melalui skema sepakan bola mati.

Inilah yang menjadi perhatian besar dari Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro.

Coach Widodo mengakui anak asuhnya mengalami kesulitan menjebol gawang Naga Mekes – julukan Mitra Kukar karena sang arsitek Rahmad Darmawan memainkan lima bek sekaligus dengan tiga bek tengah.

“Patut disyukuri kemenangan malam ini (kemarin). Memang ada beberapa peluang yang tidak terjadi gol. Kami bermain kesulitan karena mereka memakai lima bek.

Tapi apapun hasilnya, kami sudah memenangkan pertandingan kali ini. Evaluasi harus segera dilakukan terutama dari konsep bermain. Itu yang harus dicermati lebih lanjut,” terang Widodo.

Baginya, dengan lima bek yang dipakai Mitra Kukar, sirkulasi bola dari Bali United juga harus cepat.

Masalah lainnya adalah pada babak kedua, permainan Mitra Kukar lebih hidup setelah tertinggal satu gol. Namun, bagi mantan arsitek Persela Lamongan ini, hal tersebut sangat wajar.

“Mereka mau kalah satu gol, dua gol, atau tiga gol, itu sama saja. Makanya mereka terus menyerang. Jadi ini yang harus diperbaiki.

Disiplin pemain harus ditingkatkan dari posisi menyerang ke bertahan. Ada beberapa pemain yang sudah menyerang tetapi tidak bertahan cepat,” ungkapnya.

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP