Minggu, 18 Nov 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Sebut Bernama Love dari Negeri Cinta, Masuk Kamar Puri Ubud, Bule Ini

Jumat, 19 Oct 2018 05:23 | editor : ali mustofa

bule perempuan, satpol pp gianyar, puri ubud, kamar private, dinsos gianyar

TIDURAN: Turis asing dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar setelah diamankan oleh Satpol PP Gianyar kemarin. (Indra Prasetia/Radar Bali)

UBUD – Seorang bule perempuan dilaporkan kerap bikin resah di Puri Ubud. Akhirnya, bule yang tidak mau menyebutkan identitasnya itu ditangkap kemarin.

Ketika hendak di proses, dia malah kabur. Setelah terjadi kejar-kejaran, akhirnya bule itu diserahkan ke Dinas Sosial.

Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Agusnawa, menyatakan bule yang ditangkap petugas itu bukan kategori gangguan jiwa.

“Dia pura-pura hilang ingatan, karena diajak bicara nyambung. Tapi tidak mau menyebut nama dan negara asalnya,” ujar Agusnawa, kemarin.

Kata Agusnawa, penangkapan bule itu berawal dari laporan satpam di Puri Ubud. Di puri, bule berambut pirang itu masuk ke areal privat keluarga puri.

“Dia masuk-masuk kamar. Dia bilang kehilangan dompet, karena tahu itu bule tidak beres, maka satpam melapor ke Satpol PP,” ujar Kepala Satpol PP asal Puri Peliatan itu.

Mendapat laporan, bule itu akhirnya diamankan lalu dibawa ke Kantor Satpol PP Gianyar. “Saat kami tanyai, tetap mengaku kehilangan dompet,” jelasnya.

Anehnya, bule itu tidak mau menyebutkan namanya. Dia hanya bilang bernama Love dan berasal dari negeri cinta.

“Setelah kami ajak bicara, dia sepertinya terlantar, makanya kami ajak ke Dinas Sosial,” terangnya. Saat hendak dibawa ke Dinas Sosial, bule itu malah melarikan diri ke pasar Gianyar.

Petugas Satpol PP mengejarnya. Aksi kejar-kejaran sampai ke barat pasar, sampai ke Jalan Darmagiri Gianyar.

“Berkat kesigapan anggota, maka kami tangkap kembali. Sempat singgah di Polres Gianyar,” jelasnya.

Di Polres, bule itu kembali tidak mau menyebutkan nama dan asal negaranya. Di kantor polisi, si bule sempat menggambar hati yang berarti namanya Love.

“Setelah itu kami kembali bawa ke Dinas Sosial,” jelasnya. Di dinas sosial, bule itu ditangani oleh Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos).

Petugas dinas sosial pun menanyainya, namun tetap saja tidak mau menyebutkan  identitasnya.

 “Ketika diajak bicara, tidak mau menyebutkan tinggal hotel mana dan dari negara mana tidak mau menyebutkan.

Maksudnya, kalau memang kebingungan di sini kami antar pulang ke Imigrasi,” ujar Kepala Bidang Resos Dinas Sosial Gianyar, Ida Bagus Rawisnu, kemarin.

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia