Rabu, 14 Nov 2018
radarbali
icon featured
Features
Cara Rutan Gianyar Berdayakan Warga Binaan

Dibekali berbagai Ketrampilan dan usaha, Hasilnya Dibagi Rata

Kamis, 25 Oct 2018 17:15 | editor : ali mustofa

Rutan Gianyar, Narapidana, Kanwilkumham Bali, Pemkab Gianyar, Lembaga Pemasyarakatan,

KREATIF : Salah satu unit usaha baru para warga binaan di Rutan Gianyar (IB Indra Prasetya)

Warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Gianyar, kini punya kegiatan baru.

Mereka dilatih dan dibekali banyak ketrampilan. Hasil dari pelatihan itu, kemudian dijual dan dibagi bersama dengan rata, Seperti apa?

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

 

PRIA bertato tampak lihai memukul pahat menggunakan palu ke sebuah besi yang merupakan body mesin sepeda motor gede, harley.

Dialah Wayan Wiguna Artha, 28,. Salah seorang narapidana yang sempat terjerat kasus narkoba itu baru belajar mengukir besi.

Apabila sudah lihai, maka dia akan terikat kontrak untuk menggarap ukiran harley senilai Rp 25 juta.

Wiguna Artha yang belajar mengukir body mesin bersama sesama napi, Ketut Budiarta, mengaku sudah pernah belajar mengukir. “Dulu mengukir kayu, sekarang bedanya besi. Agak berbeda rasanya,” ujar Wiguna Artha yang dihukum 4 tahun penjara itu.

Aktivitas Wiguna Artha dan Budiarta itu terus dipantau oleh Kepala Rutan Gianyar, Nyoman Mudana yang bekerja sama dengan Founder Skullsnation Biker Jewelry, Dewa Danu Saputra, yang khusus menerima pesanan mengukir motor gede.

Dewa Danu yang hadir dalam acara peluncuran kesenian ukiran besi, laundry dan cuci kendaraan, mengaku membutuhkan tenaga.

“Sebetulnya ada tenaga saya yang sudah ahli masuk ke sini (tertangkap, red).

Dari pada saya cari tenaga baru, maka saya minta izin supaya tenaga saya bisa bekerja di dalam. Termasuk kami ajari napi lainnya untuk menambah tenaga,” terang Dewa Danu.

Sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman selama 2 tahun dengan customer dari luar negeri, Dewa Danu mengaku kewalahan mengerjakan orderan.

 “Kalau mereka bebas, sangat mungkin kami pekerjakan. Sekarang ini kami latih mereka dulu, yang penting niat,” ujarnya.

Apabila sudah ahli mengukir, maka hadiah yang ditawarkan untuk satu kendaraan harley senilai Ro 25 juta.

“Rutan menurut saya ke pembinaan, bukan penghukuman. Kalau ini bisa jadi sarana ini bagus. Mereka bisa support keluarganya,” ujarnya.

Selain menerima jasa ukir besi, narapidana Rutan Gianyar juga disiapkan untuk mengelola laundry yang buka mulai pukul 08.00-16.00 dan cuci kendaraan buka pukul 08.00-17.00. Untuk laundry disiapkan 6 napi dan 6 napi lainnya dipekerjakan di jasa cuci mobil dan motor.

Kepala Rutan Gianyar, I Nyoman Mudana menyatakan usaha ini dibuat untuk memberdayakan narapidana.

“Jangan sampai mereka minta ke keluarganya, supaya bisa juga menghasilkan, dan tidak duduk diam saja di Rutan,” ujarnya.

Maka usaha yang menggandeng pengusaha itu mulai dibuat. Posisi laundry berada di luar tembok tinggi Rutan, yakni di bekas garase mobil.

Termasuk posisi tempat cuci kendaraan, Rutan harus membongkar halaman samping. Sehingga tembok Rutan bagian timur dijebol untuk memudahkan kendaraan pelanggan dicuri.

“Selama mereka bekerja, pegawai Rutan akan selalu menjaga mereka,” jelasnya.

Disamping itu, napi yang bisa bekerja ini dilihat dulu perjalanannya selama di Rutan. “Mereka harus sudah mengikuti masa hukuman separo dan bersikap baik selama di Rutan,” jelasnya.

Khusus untuk jasa ukir besi body mesin harley, harus dikerjakan di dalam Rutan.

“Karena mereka pakai palu dan benda tajam, maka harus kerja di depan pegawai kami, itu butuh pengawasan lebih,” ungkapnya.

Mudana menambahkan, dalam menjalankan usaha ini, pihak Rutan bekerja sama dengan pengusaha. “Sama seperti jasa ukir besi, untuk pengadaan mesin cuci pakaian, dan alat semprot kami kerja sama dengan pengusaha,” jelasnya.

Adapun biaya cuci mobil Rp 40 ribu dan biaya laundry Rp 6 ribu per kilo nantinya akan dibagi dua, baik untuk pengusaha dan pihak Rutan. “Nanti dari bagi hasil itu, napi juga dapat ongkos,” jelasnya.

Sedangkan, khusus cuci kendaraan, Rutan sudah bekerja sama dengan Pemkab Gianyar dan Polres Gianyar. “Jadi kalau dari Pemda dan kepolisian mau cuci mobil, kami minta masukkan ke tempat kami,” tukasnya.

Selain tiga jasa itu, napi perempuan juga bergerak di bidang jasa makanan, yakni katering. Hanya saja, jasa katering ini baru mencakup internal Rutan saja. Apabila ada acara di Rutan, baru melibatkan katering Rutan yang dikerjakan 5 orang napi perempuan.

Adapun jumlah penghuni Rutan Gianyar sebanyak 126 orang, dengan rincian napi sebanyak 70 orang dan tahanan sebanyak 56 orang. Jumlah hunian Rutan tergolong overload karena daya tampungnya hanya 44 orang. (*)

(rb/dra/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia