Minggu, 18 Nov 2018
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Bikin Merinding, Fenomena “Colek Pamor” Hantui Bali, Ada Apa?

Senin, 05 Nov 2018 22:15 | editor : ali mustofa

fenomena colek pamor, phdi bali, fenomena aneh

COLEK PAMOR: Nyoman Triyanti menunjukkan pelinggih Jro Gede yang berisi pamor satu (dok.radarbali)

SINGARAJA – Fenomena colek pamor pada pelinggih yang ada di rumah-rumah warga, merebak di Kabupaten Buleleng.

Warga pun dibuat resah dengan fenomena tersebut, karena khawatir sebagai pertanda buruk.

Tanda colek pamor itu diketahui muncul di rumah-rumah warga sejak Sabtu (3/11) malam lalu.

Sejumlah warga lain ada yang baru menemukan fenomena itu pada Minggu (4/11) pagi.

Biasanya tanda garis yang terbuat dari kapur itu, muncul di pelinggih penunggu karang atau pelinggih Jro Gede milik warga.

Selain itu ada pula yang melaporkan bahwa tanda serupa muncul pada pelinggih rong telu warga.

Fenomena itu muncul nyaris di seluruh Buleleng. Tanda berupa colek pamor dilaporkan muncul di Desa Pejarakan, Desa Patas, Kelurahan Beratan, Desa Tejakula, hingga Desa Tembok.

Salah seorang warga, Putu Mahardika menuturkan, tanda colek pamor itu ia ketahui sekitar pukul 01.00 dini hari.

Saat itu dia masih terjaga dari tidur dan sempat mengecek percakapan di grup WhatsApp pada ponselnya.

Percakapan saat itu ramai dengan fenomena colek pamor yang disebut muncul sekitar pukul 22.00 malam.

“Waktu itu bulu kuduk saya langsung merinding. Saya cek ke pelinggih jro gede, ternyata benar. Waktu itu pamor-nya masih basah,” kata pria yang bermukim di Kelurahan Beratan itu.

Mahardika yakin betul tanda colek pamor itu muncul di lokasi yang tak wajar. Pasalnya saat ia maturan pada sore harinya, tanda itu belum terlihat.

Tanda serupa pun tak pernah muncul saat ia menggelar upacara melaspas. Ia meyakini tanda itu bukan hanya dibuat oleh satu orang saja.

Apabila dibuat oleh orang per orang, ia yakin tanda itu hanya muncul di beberapa pelinggih saja.

Kalau toh dibuat oleh banyak orang, ia yakin tidak ada yang masuk ke rumahnya saat tanda itu muncul.

“Ini juga saya heran, kok bisa muncul seperti itu. Padahal di rumah saya pelihara anjing pitbull, tapi tidak ada menggonggong,” ujarnya. Ada apa sebenarnya?

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia