Rabu, 14 Nov 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Awas, Hujan Lebat, Banjir, Pohon Tumbang, dan Longsor Hajar Badung

Rabu, 07 Nov 2018 14:58 | editor : ali mustofa

peralihan cuaca, cuaca buruk, bencana alam

LONGSOR: Longsor terjadi di perumahan di kawasan Sempidi (Made Dwija Putra/Radar Bali)

MANGUPURA – Mengawali masuk musim penghujan sejumlah bencana terjadi di Kabupaten, Rabu (7/12) pagi. Mulai dari banjir, longsor dan pohon tumbang.

Berdasar informasi yang dihimpun, banjir cukup parah terjadi di seputaran Jalan Denpasar-Singaraja, tepatnya di Banjar Dajan Peken, Desa Mengwitani.

Banjir yang menggenangi ruas jalan ini bahkan sempat meluber dan merendam sejumlah rumah warga setinggi lutut orang dewasa. 

Banjir parah juga sempat terpantau di Banjar Tampak Kerep, Desa Buduk dan di Jalan Raya Kapal-Mengwi.

Di dua lokasi ini arus lalu lintas pagi kemarin sempat tersendat. Selain itu di lingkungan Surya Bhuana Dalung Permai,

Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, ruas jalan lingkungan yang sebelumnya sempat ambrol, kemarin kembali tergerus.

Longsornya ruas jalan pemukiman ini sontak saja menyulitkan lalu lalang warga lantaran hampir setengah badan jalan sudah hilang.

Masih di Kelurahan Kerobokan Kaja, sehari sebelumnya, Selasa (6/11), sebuah pohon tumbang di ruas Jalan Tegal Jaya, Banjar Batuculung.

Tumbangnya pohon berdiameter 30 cm tersebut sempat menutup badan jalan. Sementara di Kelurahan Sempidi, hujan lebat membuat  sebuah pohon tumbang dan tanah longsor di dua lokasi yang berbeda.

Secara terpisah bencana longsor juga terjadi di Banjar Negara Kaja, Jalan Teratai, Perumahan Surya Indah Lestari, Sading.

Meski tidak ada korban jiwa, namun peristiwa ini cukup membuat resah warga. Pasalnya, musim hujan baru dimulai, sudah banyak terjadi bencana.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Badung dr Ermy  Setiari yang dikonfirmasi, Rabu (7/11), mengakui diawal musim penghujan ini telah terjadi bencana di sejumlah titik.

Namun, pihaknya menegaskan bahwa bencana yang menimpa wilayah Badung dalam beberapa hari terakhir tidak sampai memakan korban jiwa.

Mengenai kerugian, pihaknya masih terus melakukan pendataan. “Iya, ada beberapa titik bencana, seperti pohon tumbang, tanah longsor dan banjir.

Tapi, semua sudah kita atasi. Dan yang jelas tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia