Senin, 19 Nov 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

KERAS! Terbukti Selfie dengan Miyabi, Imigrasi Ancam Tindak Anggotanya

Kamis, 08 Nov 2018 22:15 | editor : ali mustofa

maria Ozawa, miyabi, film bintang panas, eks artis jav, bintang porno jepang, Barbie Nouva,

ANCAM TINDAK : Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali P.P Simamora (Marcell Pampur)

 DENPASAR-Pemanggilan dan pemeriksaan Eks artis Japannese Adult Video (JAV) Maria Ozawa alias Miyabi untuk menghadiri pesta ultah sahabatnya, model majalah dewasa tanah air, DJ Barbie Nouva benar-benar jadi panjang.

Terlebih dengan ramainya kabar soal foto selfie dan permintaan nomor telepon petugas kepada artis film porno itu, pihak Imigrasi pun berang dan ancam akan menindak dan memberikan sanksi bagi anggotanya yang terbukti.

Seperti ditegaskan Kepala Divisi Keimigrasian kantor wilayah Kementrian Hukum dan Ham Bali, Agato P.P Simamora di Kantor Kementrian Hukum dan Ham Bali, Renon, Denpasar, Kamis (8/11) sore.

Didampingi sejumlah petinggi Imigrasi, ia pun mengancam akan menindak siapa pun anggotanya yang berfoto selfie.

"Tidak ada selfie setelah pemeriksaan. Kalau ada pasti saya tindak. Kami sudah mengklarifikasi kepada anggota kami bahwa tidak ada selfie. Kami bekerja secara profesional," kata Agato Simamora.

Menurut Agato, pihaknya memiliki etika dalam melaksanakan tugas. “Jadi sekali lagi berfoto selfie dengan Maria Ozawa itu tidak ada. Kalau ada yang melanggar akan saya tindak karena di luar kepatutan. Kami ini institusi, kami ini mempunyai jati diri," tegas Simamora.

Menurutnya, operasi penindakan yang dilakukan terhadap Maria Ozawa itu dilakukan berdasarkan adanya informasi yang beredar tiga minggu sebebelumnya terkait adanya pesta ulang tahun dari Barbie Nouva yang digelar di atas kapal pesiar, menghadirkan Maria Ozawa. Acara itu memungut tarif bervariasi.

Terkait info itu, pihaknya pun melakukan penyelidikan, hingga akhirnya mendapatkan informasi bahwa lokasi acara ulang tahun itu dipindahkan ke salah sati vila di kawasan Kesiman Denpasar.

Atas informasi tersebut, pihaknya pun memasukan empat orang anggotanya untuk menyelidiki. Empat angota itu dengan membeli tiket seharga 1,5 juta per orangnya.

Keempat anggota itu bertugas menyelidiki selama acara berlangsung, sehingga akhirnya usai pesta, petugas meminta paspor milik Maria Ozawa lalu memintanya untuk datang ke kantor Imigrasi Denpasar.

"Kami juga menolak statemen yang menyebut bahwa petugas kami membawa lari pasport agar Maria Ozawa ikut ke Kantor Imigrasi. Karena petugas kami melaksanakan tugas dan memabawa surat tugas.

Aneh jika ada petugas imigrasi yang lari membawa paspor," tegasnya.

Pemeriksaan malam itu pun dilakukan, karena keesokan harinya Ozawa akan kembali ke negaranya

(rb/pra/mar/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia