Senin, 19 Nov 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal
Pasca Kesepakatan Damai di Pura Desa Ubud

DUH GUSTI! Korban Babak Belur Dihajar Massa, Pelaku Tak Diproses Hukum

Jumat, 09 Nov 2018 11:15 | editor : ali mustofa

aksi penggeroyokan, babak belur, dua bule, polsek ubud, pura ubud

DAMAI: Proses perdamaian antara dua korban dengan para pihak yang terlibat aksi penganiayaan massal di Ubud beberapa waktu lalu di Pura Desa Ubud (Istimewa)

DENPASAR - Masih ingat dengan kasus pengeroyokan yang menimpa dua pemuda di Ubud pada Sabtu (3/11) lalu?

Ya, kasus salah keroyok yang terjadi karena kesalahpahaman antara dua korban yakni Seniman dan Anan dengan bule Australia bernama Victoria Erlacher ini akhirnya berujung damai.

Kedua korban sepakat tidak mengambil langkah hukum atas kejadian itu. "Ya tidak ada proses hukum. Pihak-pihak yang terlibat seperti warga yang mengeroyok,

si Victoria dan kedua korban sepakat mengambil jalan damai," kata Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita, Jumat (9/11) siang.

Selain dihadiri oleh kedua korban, Victoria, dan warga yang mengeroyok, langkah damai yang digelar di Wantilan Pura Desa Ling Padang Tegal, Ubud, pada Selasa (6/11) lalu  ini juga disaksikan langsung kepolisian, babinsa, pecalang, hingga bendesa.

Dalam kesempatan itu, Victoria dan para warga yang telah mengeroyok kedua pemuda yang bekerja sebagai buruh itu meminta maaf kepada kedua korban.

"Intinya permasalahan ini adalah miskomunikasi dan kesalahpahaman dan permasalahan ini apabila di kemudian hari menemukan

hal yang serupa yang diduga pelaku kejahatan, saya minta masyarakat jangan main hakim sendiri," tambah Kompol Made Raka Sugita.

Sebagaimana diberitakan, kasus salah keroyok ini bermula karena adanya salah paham antara si bule Australia bernama Victoria, 22, bersama dua pemuda yang bekerja sebagai buruh, Seniman dan Anan.

Saat itu, bule asal negeri Kanguru tersebut sedang menarik uang di ATM BCA di Jalan Hanoman, Ubud. Sementara dua pemuda tersebut mengantre di luar. 

Setelah menarik uang di ATM, si bule bingung karena uang di mesin ATM tidak keluar. Setelah menarik kartunya dari mesin ATM, masuklah kedua pemuda tersebut untuk menarik uang sebesar Rp 2 juta di mesin ATM yang sama.

Si bule yang melihat kedua pemuda menarik uang dari ATM tersebut tiba-tiba merebut uang Rp 2 juta dari tangan kedua pemuda tersebut.

Si bule mengira bahwa uang tersebut adalah uang miliknya yang sebelumnya tidak keluar dari mesin. Kemudian si bule teriak maling.

Teriakan itu akhirnya mengundang perhatian warga sekitar yang datang langsung mengeroyok keduanya. 

Beruntung Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita saat itu tengah lewat di lokasi kejadian. Kompol Made Raka Sugita akhirnya mengamankan kedua korban dari amukan masa.

Setelah diluruskan, ternyata uang Rp 2 juta milik kedua pemuda tersebut memang uang milik mereka sendiri. Karena setelah dicek, saldo ATM dari si bule tidak berkurang sedikitpun. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia