Senin, 19 Nov 2018
radarbali
icon featured
Events

Hotel Adirama Ajak Anak Peduli Lingkungan

Jumat, 09 Nov 2018 11:45 | editor : ali mustofa

hotel adirama, peduli lingkungan, pungut sampah

POSE BERSAMA: Tim Hotel Adirama, anak-anak, dan Window to the World usai melakukan aksi bersih pantai (Eka Prasetya/Radar Bali)

SINGARAJA – Manajemen Hotel Adirama mengajak anak-anak untuk peduli pada lingkungan.

Sore kemarin (8/11) puluhan anak-anak di sekitar kawasan wisata Lovina, diajak melakukan aksi bersih pantai di sekitar Pantai Kaliasem.

Sedikitnya lima karung sampah terkumpul dalam aksi bersih pantai itu. Sebelum melakukan aksi bersih pantai, anak-anak itu diberi edukasi mengenai kehidupan laut oleh instruktur.

Selain itu sejumlah anak lainnya juga diberi latihan snorkeling. Rencananya mereka akan diajak melakukan aktifitas bawah laut pekan depan, untuk mengetahui kondisi riil kehidupan bawah laut.

Setelah mendapat edukasi, mereka diajak melakukan aksi bersih pantai di sekitar Hotel Adirama. Mereka membersihkan pantai menggunakan garu maupun penjepit.

Kebetulan sore itu, sampah kiriman memenuhi areal pantai. Direktur Hotel Adirama Karin Van Ginkel mengatakan, edukasi itu sangat penting untuk pelestarian lingkungan.

Dalam proses edukasi, mereka menggandeng sejumlah komponen seperti Window to the World School, True Scuba, NMS, Pokmaswas, serta bank sampah.

Menurut Karin, kepedulian terhadap sampah harus ditanamkan sejak dini. Sebab banyak sampah-sampah dari hulu, yang berakhir di lautan.

Sampah-sampah yang sudah berbentuk mikroplastik kemudian dikonsumsi oleh ikan. Pada akhirnya manusia pun akan mengonsumsi ikan, yang ironisnya telah mengonsumsi mikroplastik.

“Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada manusia, jika mengonsumsi ikan yang terpapar mikroplastik. Itu pasti berdampak buruk bagi tubuh kita,” kata Karin.

Menurutnya, edukasi itu sengaja dilakukan jelang musim hujan. Sebab sampah seringkali terbawa ke laut pada musim hujan.

Mirisnya sampah-sampah itu diproduksi oleh masyarakat yang tinggal di hulu. “Bila lingkungan kita dipenuhi sampah, ini akan berdampak serius pada pariwisata kita di Bali,” imbuhnya.

Sementara itu Project Leader Window to the World, Decky Aldrin mengatakan, edukasi itu sengaja melibatkan anak-anak.

“Mereka kami edukasi peduli pada lingkungan, sehingga bisa menjadi sebuah kebiasaan dan akhirnya menjadi karakter. Bila mereka sudah peduli, mereka akan menjadi agen dan lingkungan kita jadi makin bersih,” ujar Decky. (rba)

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia