Senin, 10 Dec 2018
radarbali
icon featured
Travelling

Menpar Bongkar Praktik Kartel Penjualan Paket Wisata Murah, Ternyata…

13 November 2018, 07: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

paket wisata murah, turis tiongkok, menteri pariwisata, pemprov bali

Turis Tiongkok saat hendak ke Nusa Penida melalui penyeberangan Sanur (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

NUSA DUA – Berdasar data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok turun 6,6 persen dalam kurun waktu September dan Oktober 2018.

Riilnya turun kurang lebih 9.000 wisatawan. Ada indikasi penurunan terjadi setelah beberapa pihak mengungkap adanya praktik penjualan paket wisata murah ke Bali.

Yang menarik, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, penjualan paket wisata murah ke sejumlah destinasi wisata dunia oleh travel agent mafia Tiongkok tidak hanya terjadi di Bali dan Indonesia umumnya.

"Tidak. Ini terjadi di seluruh Indonesia. Disini (Indonesia) justru tak terlalu ramai. Yang ramai itu di Thailand. Jadi ini terjadi diseluruh dunia, tidak hanya terjadi di Bali yang sekarang sedang kami atasi," kata Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, yang terjadi ini adalah persoalan kartel. Di mana satu industri di kuasai oleh satu badan atau seseorang. Dari mulai berangkat sampai ia membeli di tokonya sendiri dan seterusnya.

Untuk dampak, Menpar Arief belum bisa menyebut secara riil data pastinya. Hanya saja, kata dia, untuk turis Tiongkok ke Bali rata-rata mencapai 150 ribu - 200 ribu sebulan. 

“Karena itu, kita akan selesaikan masalah ini. Sesegera mungkin saya akan bertemu Menteri Pariwisata Tiongkok membicarakan masalah ini,” pungkasnya.



(rb/ara/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia