Kamis, 21 Mar 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Irfan Ngambul? WCP: Tidak Boleh Ada Pemain yang Lebih Besar dari Klub

19 November 2018, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, persebaya surabaya, irfan bachdim

KELUAR LEBIH CEPAT: Irfan Bachdim menendang bola (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

GIANYAR - Babak pertama belum selesai, Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro (WCP) langsung mengganti Irfan Haarys Bachdim pada menit ke-32 dan digantikan Kadek Agung Widnyana Putra.

Setelah diganti, Irfan tidak menghampiri Coach Widodo, bahkan dia tidak menuju bench. Irfan justru langsung menuju ruang ganti pemain dengan terburu-buru.

Terlihat Irfan Bachdim sangat geram dengan keputusan yang dibuat Coach Widodo. Irfan langsung berganti pakaian

di ruang ganti dan mengajak Jennifer Bachdim beserta kedua anaknya pergi meninggalkan stadion sebelum pertandingan usai.

Yang menjadi pertanyaan, apakah ada masalah internal di skuad Bali United? Apakah ego pemain tidak bisa dijaga? Ini yang menjadi pertanyaan besar.

Beredar kabar dari sumber dekat Jawa Pos Radar Bali, saat sesi latihan terakhir di Lapangan Gelora Trisakti, Legian, terjadi perselisihan antarpemain.

Bek tengah Mahamadou N’Diaye dan striker Melvin Platje terlihat berselisih paham. Belum sempat Jawa Pos Radar Bali bertanya, Coach Widodo sudah memberi “kode”.

“Di sisa pertandingan ini, saya ingin melihat lagi lebih detail siapa pemain yang sudah sangat siap. Dimanapun, di dunia ini, tidak ada pemain yang belum siap bisa dimainkan. Saya ingin melihat kejujuran dari mereka,” terangnya.

Dia sepertinya tidak ingin membahas terlalu detail. Intinya, Coach Widodo mengatakan, jangan sampai ada pemain yang membangkang dan lepas dari aturan yang ada di klub.

“Tidak ada pemain yang lebih besar dari klub itu sendiri,” tegasnya. Berdasar pengamatan, Irfan tampil under performa karena belum 100 persen fit.

Sepertinya masih ada masalah di kakinya. Detail cedera masih belum diketahui. Namun, dalam sesi latihan terakhir, mantan pemain Persema Malang ini hanya duduk di pinggir lapangan.

Belum lagi posisinya yang mendadak berubah menjadi gelandang saat kontra Persebaya. Coach Widodo sepertinya ingin menutup lubang yang ditinggalkan Stefano Lilipaly. Padahal, Irfan tidak terlalu kuat di sektor tengah. Entahlah!

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP