Selasa, 11 Dec 2018
radarbali
icon featured
Sportainment
Srikandi Cup

Surabaya Fever dan Predator Absen, Peluang Merpati Juara Terbuka

26 November 2018, 08: 49: 53 WIB | editor : ali mustofa

srikandi cup, merpati bali, surabaya fever, merah putih predator

SIAP REBUT JUARA; Forward Merpati Bali Kadek Pratita Citta Dewi siap menghadapi Seri I Srikandi Cup mulai hari ini (dok.radarbali)

DENPASAR - Surabaya Fever dalam beberapa tahun terakhir di kompetisi basket putri profesional Indonesia selalu meraih juara.

Mulai saat masih bernama Women Indonesia Basketball League hingga Srikandi Cup. Namun, untuk musim ini, Surabaya Fever memutuskan untuk absen.

Absennya Surabaya Fever karena sang owner Christopher Tanuwidjaya ditunjuk sebagai Manajer Timnas Putri Indonesia di SEA Games 2019 Manila.

Mundurnya Surabaya Fever bukan berarti gaung Srikandi Cup 2018 – 2019 meredup. Selain Surabaya Fever, Merah Putih Predator juga absen.

Ada tujuh tim yang akan mencoba untuk memperebutkan gelar juara musim ini termasuk Merpati Bali yang didapuk sebagai tuan rumah seri perdana yang akan berlangsung mulai hari ini hingga Sabtu (1/12) mendatang di GOR Merpati, Denpasar.

Absennya Surabaya Fever, bisa menjadi keuntungan bagi Merpati Bali untuk meraih gelar juara perdana.

Pelatih Merpati Bali Bambang Asdianto Pribadi di GOR Merpati, kemarin (25/11) mengatakan, skuadnya sudah sangat siap untuk Srikandi Cup musim ini.

Dia tidak memungkiri akan ada juara baru yang muncul. Peluang dari Merpati Bali juga terbuka.

“Peluang untuk menjadi juara baru terbuka lebar. Bagi saya, kompetisi musim ini bukan dijadikan beban atau kami harus juara karena tidak ada Fever musim ini.

Kami ingin meraih gelar juara musim karena kami layak untuk juara. Bukan karena absennya Fever,” beber Bambang Asdianto.

Mantan Asisten Pelatih Timnas Basket Putri Indonesia di Asian Games 2018 tersebut menambahkan, peta persaingan dari enam tim lainnya cukup merata. Termasuk tim anyar Scorpio Jakarta.

Musim ini, ada perubahan sistem pertandingan dari format kompetisi menjadi format liga dimana semua tim akan sama-sama bertemu tanpa terkecuali.

“Kalau sistem pool jelas bisa menguntungkan tim yang kuat. Namun dengan sistem liga, peta kekuatan jadi merata. Itu bagus untuk kompetisi,” ucapnya.

Melihat peta kekuatan Merpati, hampir sebagian besar pemain absen. Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi absen karena masih dalam masa pemulihan cedera lutut.

Pun demikian dengan Dora Lovita yang juga masih cedera. Hari ini, Merpati Bali akan menjamu Flying Wheel Makassar.

Bagi pelatih yang akrab disapa Coach Bing ini, melawan Flying Wheel membuat dia cukup bersemangat.

“Mereka (Flying Wheel Makassar) dalam beberapa tahun terakhir bermain bagus. Kami respect dengan mereka. Disamping itu, musim ini banyak pemain yang berpindah klub dan itu cukup bagus,” ucapnya.

Bagaimana tanggapan Owner Merpati Bali sekaligus menjabat sebagai Koordinator Srikandi Cup, Dedi Setiawan?

Dengan format liga dan memasukkan data statistik sebagai bagian dari kompetisi tahun ini bisa meningkatkan level kompetisi basket putri di Indonesia.

“Jadinya liga bisa lebih baik. Semua tim bisa bertemu,” imbuhnya. Dedi menambahkan, seri kedua Srikandi Cup akan berlangsung di bulan Februari di Jakarta dan seri ketiga akan berlangsung pada bulan April di Semarang.

“Untuk babak play-off, dalam tiga hari kedepan kami akan rapat dengan Pembina klub terkait waktu dan tempat pelaksanaan,” tuturnya.

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia