Minggu, 26 Jan 2020
radarbali
icon featured
Dwipa

Rabies Meluas, Warga Klungkung Jadi Korban Gigitan Anjing Gila

04 Desember 2018, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kasus rabies, gigitan anjing gila, Diskes Klungkung, Pemkab Klungkung, warga digigit anjing,

DIDATANGI : Petugas Diskes saat mendatangi TKP tempat warga digigit anjing positif rabies (Istimewa)

Share this      

Belum reda heboh kasus rabies yang menelan korban jiwa di Buleleng, kini kasus gigitan anjing gila terjadi di Klungkung.

I Nengah Parta, warga Banjar Sukahati, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan Minggu (2/12) menjadi korban gigitan anjing yang diduga positif rabies.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hingga Parta tergigit anjing berawal saat korban hendak mengusir anjing liar yang mengejar-ngejar ayam peliharaannya.

Saat mengusir anjing itulah, kaki kirinya digigit anjing.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, I Wayan Karyana, saat dikonfirmasi, Selasa (4/12) membenarkan.

Menurutnya,atas kasus baru itu pihaknya langsung menyarankan korban untuk datang ke puskesmas guna mendapatkan vaksin anti rabies (VAR). “Kami sudah sarankan untuk datang ke Puskesmas agar diberikan VAR. Tetapi yang bersangkutan tidak datang dengan alasan takut disuntik,”ujarnya.

Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, pihaknya kemudian memerintahkan petugas untuk mendatangi rumah Parta.

“Malam sekitar pukul 22.00 akhirnya terpaksa kami datangi untuk diberikan VAR. Kami juga sudah lakukan penyelidikan di sekitar lokasi dan Astungkara hasilnya nihil.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Anak Agung Raka Arnawa dikonfirmasi terpisah menyatakan, kasus yang dialami Parta merupakan kasus ke-11 di tahun 2018.

Menurutnya, banyaknya kasus gigitan rabies di Gianyar diduga karena imbas dari kabupaten tetangga.

“Kemungkinan ini terjadi karena terkena imbas dari kabupaten tetangga. Gianyar, Karangasem, Bangli, itu kan zona merah rabies dan Klungkung ada di tengah-tengah kabupaten itu,” katanya.

Pihaknya pun berharap agar masyarakat lebih bijak dalam memelihara anjing dan jangan membuang anjingnya sembarangan.

Ketika hanya mampu memelihara satu anjing, lebih baik anjingnya disteril.

“Banyak yang membuang anjing di pantai. Saya berharap itu tidak ada lagi sehingga kasus gigitan anjing rabies tidak terjadi lagi,” tukasnya. 

(rb/ayu/pra/mus/JPR)

 TOP