Senin, 17 Dec 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Ketua DPRD Sangkal Anaknya Jadi TSK Narkoba, Warga Nusa Penida Geger

06 Desember 2018, 13: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pelaku narkoba, pengedar narkoba, kerabat pejabat klungkung, polresta denpasar, anak ketua dewan, dprd klungkung,

ANAK DEWAN : Tersangka Aar (tengah) diapit buser menuju ruang press room Polresta Denpasar, Kamis pagi (Marcell Pampur/Radar Bali)

DENPASAR - Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru yang menyangkal bahwa Putu Sweta Aprilia alias Aar Asal alias To Antik, 25,

yang terlibat narkoba bukan anaknya memetik respons masyarakat Bumi Serombotan, khususnya Nusa Penida, asal usul I Wayan Baru.

Pernyataan Ketua DPRD Klungkung yang juga Ketua DPC Partai Gerindra di Klungkung itu seperti menepuk air didulang, terpercik muka sendiri.

 "Ha..ha..ha, lucu pernyataannya bli. Geger warga Nusa dan Klungkung. Semua tertawa mendengar pernyataan itu," ungkap Bagus Apri, warga Klungkung kepada Jawa Pos Radar Bali.

Sedangkan seorang ibu yang mengaku asal Nusa Penida bernama Ayu Sri mengatakan semua warga Nusa – sebutan Nusa Penida – tahu persis siapa Wayan Baru.

Mulai saat masih bujang, sampai menikah dan punya anak. "Silakan wartawan datang ke Kantor Catatan Sipil kalau nggak percaya.

Wayan Baru menyangkal ya silakan. Tapi, yang terlibat narkoba itu anak kandungnya. Itu anak putra pertama dari istri pertama," cetus wanita ini dengan nada protes.

Jadi, kata dia, sangat lucu jika anak kandungnya sendiri sampai tidak di akui dan malah di katakan kerabat jauh. 

"Sadar dikit Yan Baru, itu darah dagingmu, jangan lantaran anak ada kasus langsung anak kandung sendiri sampai tidak di akui, ketawa lho semua warga Nusa.

Leluhurmu juga bisa marah sama kamu kalau sampai keluarkan akting tidak mengakui darah daging mu," cetus wanita ini.

Walaupun sang bapak menyangkal bahwa pelaku ini bukan anaknya, namun dalam jumpa pers di Polresta Denpasar, Kamis (6/12) pagi, Putu Sweta terang-terangan mengakui dirinya anak kandung dari Ketua DPRD Kungkung Wayan Baru.

"Ya ketua DPRD itu bapak kandung saya. Saya anak pertama dari dua bersaudara," tuturnya sembari mengatakan bahwa dirinya menyesali atas kasus yang membelitnya ini. 

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia