Senin, 17 Dec 2018
radarbali
icon featured
Sportainment

Final Kejurkab U-20, Gerokgak Tantang Kubutambahan

07 Desember 2018, 07: 50: 13 WIB | editor : ali mustofa

kejurkab u-20, asprov pssi, pssi buleleng

MENUJU FINAL: Tim Gerokgak (hitam) melawan Tejakula (merah) kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

SINGARAJA – Kesebelasan Gerokgak bakal menantang kesebelasan Kubutambahan pada babak final Kejurkab Sepakbola U-20.

Tim sepakbola Kecamatan Gerokgak memastikan tiket final, setelah mengalahkan tim Tejakula dengan skor 3-0 (0-0) pada pertandingan babak semi final di Stadion Mayor Metra Singaraja, Kamis (6/12).

Pada babak pertama, kedua tim memilih bermain hati-hati. Tim Gerokgak yang biasanya tampil agresif, juga terlihat lebih berhati-hati.

Sebenarnya tim Gerokgak cukup banyak mendapatkan peluang. Hanya saja lini depan terlihat kurang komunikasi, sehingga tak satu pun gol tercipta pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, tim Gerokgak mendapat kesempatan emas, lewat bonus tendangan penalti. Penyebabnya salah satu pemain Kecamatan Tejakula melakukan pelanggaran di kotak penalti. 

Zainul Arifin yang dipercaya mengeksekusi tendangan, berhasil menunaikan tugasnya. Gol pun tercipta pada menit ke-54.

Gol pertama itu membuat mental pemain Gerokgak bangkit. Empat menit berselang, Ade Kurniawan berhasil menambah gol.

Ia melakukan aksi solo run. Saat berhadapan dengan penjaga gawang, tendangan keras langsung dilepaskan.

Pada menit ke-89, Angga Surya kembali menambah keunggulan Gerokgak. Ia berhasil lepas dari pengawalan pemain belakang Tejakula dan langsung melakukan aksi solo run.

Begitu berhadapan dengan penjaga gawang, ia melepas tendangan pelan yang berbuah gol. Keunggulan itu memastikan posisi Gerokgak di babak final.

Mereka akan menantang tim tangguh Kubutambahan yang sudah lebih dulu memastikan tiket babak final.

Pelatih Gerokgak, Arya Udayana mengatakan, permainan kemarin terbilang cukup berat. Sejumlah strategi yang diterapkan tidak bisa dieksekusi dengan optimal.

Penyebabnya beberapa pemain harus dikandangkan karena mengalami cedera. Selain itu pemain juga agak tergesa-gesa pada babak pertama, sehingga sejumlah peluang terkesan mubazir.

“Tapi kami yakin ketika kami dapat gol satu saja, pasti kami bisa menang. Terbukti waktu babak kedua saat tim lawan kebobolan, mental pemain bangkit,” kata Arya. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia