Senin, 17 Jun 2019
radarbali
icon featured
Politika

Nida – Gunawan Bersitegang, Rapat Perdana Diwarnai Aksi Gebrak Meja

10 Desember 2018, 12: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pileg 2019, wayan gunawan, dewa nida, politisi golkar, gebrak meja

Wayan Gunawan dan Dewa Nida bersitegang saat rapat perdana di DPD Golkar Bali kemarin (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer akhirnya memimpin rapat perdana di sekretariat DPD Golkar Bali pascapenetapan I Ketut Sudikerta sebagai tersangka kasus penipuan.

Namun, rapat perdana DPD Provinsi dan DPD Kabupaten/Kota yang dipimpin Demer tidak berjalan kondusif. Situasinya malah panas.

Bahkan, diramaikan aksi gebrak meja. Kondisi ini terjadi akibat keributan yang terjadi antara anggota Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Dewa Widiasa Nida dengan Ketua DPD II Golkar Bangli Wayan Gunawan.

Rapat berlangsung tertutup awalnya hening, tapi berakhir dengan keributan. Padahal rapat tersebut bertujuan untuk melakukan konsolidasi dan memberikan kesempatan

Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer untuk menyampaikan posisi Plt, tugas – tugas Plt dan kewenangan Plt.

Tiba – tiba dari ruang rapat lantai dua terdengar gaduh, bahkan terdengar suara meja yang digebrak, sangat keras terdengar sampai ke bawah. 

Usai rapai, Plt Ketua DPD Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih, Sekretaris DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry beserta yang lain memberikan penjelasan kepada awak media.

Demer tak bisa mengelak memang ada keributan dan selisih pendapat, Terutama ada desakan Musyawarah Daerah Luar Biasa.

“Bagi kami biasa, di Golkar beda pendapat biasa. Itu bagian dari proses politik, kami biasa, beda pendapat biasa, adu agumentasi,” ujar Demer.

Sugawa Korry menjelaskan, ribut itu berawal dari pernyataan Wayan Gunawan yang menyatakan DPP Golkar terlalu cepat memutuskan untuk Plt.

Kemudian mengharapkan agar ada Musdalub (Musyawarah Daerah Luar Biasa) untuk memilih ketua definitif.

Gunawan juga mempertanyakan posisi Sudikerta jika nanti dipastikan tidak ada salah. “Pak Gunawan menanyakan, jika nanti Sudikerta dipastikan tidak salah apa sikap partai?

Termasuk juga menyampaikan harapan untuk Musdalub, dan dianggap keputusan DPP terlalu cepat,” kata Sugawa Korry.

Akhirnya Dewa Nida juga menyikapi dengan nada keras. Dewa Nida mengatakan ada kesan Gunawan terlalu ngotot membela Sudikerta.

Dewa Nida mengaku sebagai orang yang pernah merasa dijadikan Plt oleh induk partainya, saat dirinya menjadi Ketua DPD II Golkar Klungkung, kemudian dinyatakan sebagai Kubu Ancol (Pro Ketua Agung Laksono), tidak ada yang membela.

“Pak Dewa Nida curhat, saat dirinya jadi Plt, kenapa tidak ada yang membela,” kata Sugawa. Situasi ini yang akhirnya membuat panas, karena saling saut menyaut.

Hingga akhirnya ada aksi gebrak meja. “Namun akhirnya sudah selesai, tidak ada sampai bentrok fisik,” urai Sugawa.

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP