Kamis, 14 Nov 2019
radarbali
icon featured
Politika

Oka Gunastawa: Aktor Aksi 412 dari Bali

11 Desember 2018, 09: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pileg 2019, oka gunastawa, nasdem bali, aksi 412, aktor 412

POMPA SEMANGAT: Surya Paloh Aksi 412 memompa semangat kader di kawasan Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Aksi 2 Desember 2016 atau yang juga disebut Aksi 212 akan membekas sampai kapan pun dalam memori masyarakat Indonesia.

Kala itu, ribuan massa kembali menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Aksi itu merupakan peristiwa penuntutan kedua terhadap Ahok pada tahun 2016 setelah unjuk rasa sebelumnya terjadi pada 4 November 2016.

Imam Besar Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Shihab, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, dan Gubernur Jambi yang kini jadi tahanan KPK, Zumi Zola masih bisa bersuara "lantang" kala itu.

Selang dua hari setelah Aksi 212, muncul aksi tandingan bernama “Aksi Kita Indonesia”. Aksi tersebut mendapat cibiran keras dari politikus Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bahkan “melarang” kadernya ikut turun ke kawasan Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (4/12/2016).

Aksi 412
pileg 2019, oka gunastawa, nasdem bali, aksi 412, aktor 412

Aksi 412 di kawasan Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia. (Istimewa)

Larangan Megawati Soekarnoputri itu dibenarkan oleh Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto. Meski demikian, Bali yang dikenal sebagai basis massa PDIP tetap berpartisipasi mengikuti Parade Kebhinekaan Indonesia yang digelar di Jalan Sudirman-Thamrin.

Namun bukan lewat jalur merah, melainkan biru tua. Dua ogoh-ogoh khusus diberangkatkan menggunakan truk kontainer ke Ibu Kota Jakarta.

Bali juga tampil memukau lewat pentas atraksi budaya. Total 5.183 warga Bali nekat menempuh jarak 1.174,5 km lewat jalur darat demi aksi kebhinnekaan Indonesia itu.

Sejarah telah mencatat, Ida Bagus Oka Gunastawa adalah aktor di balik keberangkatan 5.183 orang masyarakat Bali dalam pawai kebhinnekaan atau Aksi 412 di kawasan Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, Selasa (11/12) pagi, Ketua DPW NasDem Bali itu berkata ormas Nasional Demokrat yang kini bermetamorfosis menjadi Partai NasDem lahir sebagai respons atas kondisi bangsa yang semakin “kritis”.

Di mana elit parpol tidak berani mengambil sikap atas tumbuhnya kaum radikal yang ingin merongrong keutuhan NKRI.

“Karena tidak ada, maka Bapak Surya Paloh mendirikan ormas Nasional Demokrat. Menjadi organisasi militan nasionalis yang mampu mengimbangi kelompok radikalis,” ungkapnya.

NasDem, imbuhnya, adalah gerakan perubahan yang berikhtiar menggalang seluruh warga negara dari beragam lapisan dan golongan untuk merestorasi Indonesia.

Nasional Demokrat tidak hanya bertumpu dan berpusat di Jakarta, melainkan gerakan perubahan yang titik-titik sumbunya terpencar di seluruh penjuru Indonesia; termasuk Bali.

Terkait Aksi 412, Oka Gunastawa bercerita tentang suka-duka perjalanan 5.183 warga Bali ke sana.

Termasuk kisah seorang kakek asal Bangli yang tersesat namun akhirnya ditemukan setelah ditolong oleh warga Bali yang berdinas sebagai anggota Polri di Jakarta.

Aksi 412
pileg 2019, oka gunastawa, nasdem bali, aksi 412, aktor 412

Bersih-bersih usai Aksi 412 di kawasan Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia. (Istimewa)

“112 bus sampai di Jakarta tidak barengan. Ada yang berangkat pagi ada malam. Karena beberapa peserta berangkat sepulang kerja.

Sempat terjadi insiden ban pecah di tol. Syukur tak ada korban jiwa. Saya salut sama perjuangan warga kita. Menahan kencing, lapar, rela kepanasan, rela bersesak-desakan.

Sampai di sana, schedule berubah. Karena telat sampai akhirnya menu makanan yang dipesan habis,” kenang Oka Gunastawa.

Meski menghadapi situasi "buruk", menariknya saat pentas digelar semua kompak. “Ada tarian kejak, gamelan jegog, arak-arakan ogoh-ogoh, legong, dan lain-lain.

Semua semangat. Tidak ada satu pun yang loyo,” tegas Caleg DPR RI nomor urut 1 Dapil Bali itu.

Oka Gunastawa mengakui NasDem Bali yang kala itu dan hingga kini belum memiliki wakil di Senayan hanya bermodal nekat. “Kami parpol baru dan sungguh-sungguh ingin berbuat pada Indonesia,” tegasnya.

Oka Gunastawa berkisah suka-duka juga menyelimuti pendirian Partai NasDem. Untuk membendung agar parpol ini tak lolos verifikasi faktual, parlemen kala itu membuat produk undang-undang yang super ketat.

Hal itu dibuktikan oleh fakta bahwa 34 parpol, termasuk di dalamnya 9 parpol lawas gagal lolos langsung dalam verifikasi administrasi sementara parpol peserta Pemilu 2014.

Di sisi lain, NasDem yang merupakan parpol anyar menjadi satu-satunya parpol yang lolos. “Tetapi satu parpol kan pemilu tidak jadi,

maka dibukalah keran untuk meloloskan partai politik lainnya,” tegas Ketua Umum Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT/BEM) Universitas Udayana 1993-1994 itu. (rba)

(rb/ken/mus/JPR)

 TOP