Selasa, 19 Feb 2019
radarbali
icon featured
Hiburan & Budaya

Final, Koster Pastikan Hapus Dua Program Andalan Pastika, Alasannya…

18 Desember 2018, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

gubernur koster, gubernur pastika, program kesenian, hapus program kesenian

DIHAPUS: Penari joged bumbung saat tampil di ajang Bali Mandara Mahalango beberapa waktu lalu (Adrian Suwanto/Radar Bali)

DENPASAR - Sedikit demi sedikit program yang dilahirkan di era Mangku Pastika dihapus di masa kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster.

Kegiatan kesenian yang mewadahi kreativitas seni budaya seperti Bali Mandara Nawanatya dan Bali Mandara Mahalango yang digagas sejak tahun 2016 tidak ada lagi di tahun 2019.

Untuk program kesenian yang masih dipertahankan hanya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan satu program baru khusus seni modern yang diberi nama Festival Seni Bali Jani.

Sehingga pementasan Bali Mandara Mahalango yang dihelat usai even Pentas Kesenian Bali (PKB) dan Bali Mandara Nawatya yang berlangsung tiap akhir pekan ini menjadi pertunjukan terakhir yang berlangsung pekan ini.

Ditemui usai acara penyerahan DIPA kemarin (17/12), Koster mengatakan, program budaya akan dibedakan menjadi dua untuk seni tradisi yang diwadahi di agenda PKB dan seni modern.

Untuk konsep acaranya sedang digodok oleh tim. Kiranya bernama Festival Seni Bali Jani.

“Jadi seni tidak dikelompokkan menurut usia. Tapi, menurut jenisnya tradisi dan seni modern. Disetiap even ini dilombakan menurut usia.

Ada usia anak-anak dan dewasa. Bahkan, dalam satu even bisa tergabung antara anak muda dan dewasa,” jelasnya.

Walaupun dua agenda di zaman Pastika itu ditiadakan, tapi sejatinya dua program itu secara subtansi terakomodir di dua agenda tersebut. Baik PKB maupun Festival Sei Bali Jani.

Untuk waktu acaranya Festival Seni Bali Jani akan diselenggarakan pada bulan Oktober selama dua minggu.  Supaya  waktunya pas dan tepat. Karena Juni diselenggarakan PKB.

 Dituturkan di acara PKB itu juga akan dikembangkan selain mengandung unsur pelestarian juga akan  mengandung juga unsur kemajuan.

“Ya gelar seni akhir pekan tidak ada. “ Yang siswa-siswi digabung disana. Tradisi adat dan modern dua minggu Full ada,” tukasnya.

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia