Selasa, 26 Mar 2019
radarbali
icon featured
Events

Seram...Beginilah Prosesi Upacara Ngerehang di Pura Suwung Deluang

23 Desember 2018, 19: 28: 35 WIB | editor : ali mustofa

upacara ngeregang, pura suwung deluang, kawasan suci, teluk benoa

SUSURI TELUK BENOA: Pengempon Pura Suwung Deluang menyusuri perairan Teluk Benoa untuk melakukan persembahyangan (Wayan Widyantara/Radar Bali)

DENPASAR - Teluk Benoa berdasar keputusan Pesamuhan Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia nomor 1/Kep/Parisada/IV/2016 tentang Kawasan Teluk Benoa adalah kawasan suci.

Hal tersebut didasarkan pada penelitian dan pemetaan Tim Planologi Mahasiswa Universitas Hindu Indonesia (UNHI).

Di mana berdasar hasil penelitian ada 70 titik suci di kawasan Teluk Benoa. Salah satunya yakni Pura Suwung Deluang, di Desa Pekraman Tanjung Benoa, Bali.

Pura yang berada di kawasan mangrove Teluk Benoa ini berusia cukup tua. Terdapat sejumlah pelinggih yang berada di Pura tersebut. Begitu juga tembok-tembok pura yang terlihat masih begitu alami.

“Pura ini sudah lama. Nggak tahu tahun pastinya keberadaan pura ini,” ujar Mangku Made Karuk, salah satu pengempon pura kepada Jawa Pos Radar Bali.

Untuk dapat menemukan pura tersebut, sebaiknya saat air di Teluk Benoa sedang surut. Jika tidak, mesti menggunakan alat bantu seperti sekoci (perahui kecil).

Namun, jika air sedang tinggi, kita juga belum tentu bisa sembahyang. Sebab, setengah badan pura masih terendam air.

Seperti halnya pada Jumat (21/12) lalu. Ida Sesuunan I Ganas di Pura Taman Sari, Tanjung Benoa (juga merupakan salah satu pura yang masuk dalam kawasan suci Teluk Benoa) menggelar prosesi mesuci atau biasa dikenal dengan istilah ngerehang.

Sekitar pukul 21.30, warga atau pengempon pura Taman Sari berkumpul dan selanjutnya menuju ke Pura Suwung Deluang.

Saat itu, air sedang pasang. Alternatifnya menggunakan sekoci untuk dapat sampai di halaman pura Suwung Deluang.

Sesampai di Pura tersebut, air di tengah pura ternyata masih dibawah dengkul kaki orang dewasa. Warga pun menunggu air surut hingga pukul 23.00, setelah itu, prosesi ritual pun dapat berjalan. 

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP