Sabtu, 19 Jan 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Okupansi Cuma 70 Persen, Penginapan di Nusa Penida Tawarkan Diskon

26 Desember 2018, 10: 16: 50 WIB | editor : ali mustofa

okupansi penginapan, libur nataru, pariwisata nusa penida, phri klungkung

TURUN: Wisatawan asing dan domestik turun dari kapal usai menikmati alam Nusa Penida beberapa waktu lalu (Istimewa)

SEMARAPURA - Libur hari raya Natal dan Tahun Baru 2019 yang bertepatan dengan liburan sekolah, dan Galungan membuat kunjungan wisatawan ke Nusa Penida mengalami peningkatan.

Tingkat hunian penginapan di telur emas Bali itu pun mulai mengalami peningkatan sejak minggu lalu. Meski merangkak naik, tingkat okupansi tahun ini tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris PHRI Klungkung I Wayan Sukadana mengungkapkan, pada Oktober-awal Desember, tingkat hunian penginapan di Nusa Penida berkisar 30-40 persen.

Setelah libur sekolah berlangsung apalagi adanya libur Natal dan Tahun Baru, tingkat hunian mulai merangkak naik sejak seminggu yang lalu.

“Sekarang tingkat hunian sudah 70 persen. Wisatawan yang menginap beragam, mulai dari wisatawan mancanegara dan domestik.

Karena liburan sekolah bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, saat ini lebih didominasi wisatawan domestik,” ujarnya.

Hanya saja tingkat hunian liburan Natal dan Tahun Baru saat ini, menurutnya, jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 100 persen.

Tidak heran jika sejumlah penginapan yang ada di Nusa Penida masih memberikan diskon atau promo paket menginap.

“Yang masih memberi diskon, sebagian penginapan yang menengah ke bawah karena persaingan penginapan ini ketat,” katanya.

Diungkapkan, kondisi ini terjadi bukan karena jumlah kunjungan yang menurun namun diprediksi lantaran semakin bertumbuhnya jumlah penginapan yang ada di Nusa Penida pada khususnya.

Untuk itu pihaknya berharap ada kontrol pembangunan penginapan di Nusa Penida sehingga perang tarif seperti saat ini bisa dihentikan.

“Tentunya itu domain pemerintah. Hanya saja ketika secara bisnis tidak menguntungkan, tentunya otomatis orang akan berpikir untuk membangun (penginapan, red),” tandasnya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia