Rabu, 23 Jan 2019
radarbali
icon featured
Events

Rayakan Kuningan, Pemedek Bernostalgia dengan Jukung ke Pura Sakenan

06 Januari 2019, 13: 44: 51 WIB | editor : ali mustofa

hari raya kuningan, pemedek bernostalgia, naik jukung, pura sakenan

PERSEMBAHYANGAN KUNINGAN: Pemedek naik jukung menuju Pura Sakenan kemarin (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Rayakan Kuningan, Pemedek Bernostalgia dengan Jukung ke Pura Sakenan

DENPASAR – Ada yang istimewa dari persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Desa Pekraman Serangan, Denpasar Selatan, kemarin pagi (5/1).

Umat Hindu yang sembahyang ke Pura Sakenan bisa menaiki jukung atau perahu kecil. Dengan menaiki jukung, pamedek seperti kembali bernostalgia ke masa lalu saat perairan Pulau Serangan belum direklamasi.

Ketika itu, untuk menuju ke Pura Sakenan pamedek harus menggunakan jukung. Sejumlah jukung yang disediakan disambut antusias pamedek.

Salah satunya Wali Kota Denpasar, IB Rai Mantra ikut naik jukung menuju ke Pura Sakenan. Pemedek yang ingin naik jukung bisa langsung ke Dermaga Pemelisan di Desa Pekraman Sesetan.

“Kepada masyarakat yang ingin bernostalgia menaiki jukung ke Pura Sakenan ataupun menghindari kemacetan silakan naik jukung,” tutur Rai Mantra.

Persembahyangan bersama itu dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Budha Jelantik Giri Griya Gunung Sari Ubud dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten.

Suasana terasa hikmat dengan iringan tarian wali, topeng, kekidungan dan gamelan. Menurut Rai Mantra, pelaksanaan pujawali ini terasa sangat spesial karena pada hari yang sama tumpek Kuningan bersamaan dengan hari suci Siwalatri.

Momen tersebut sangat langka yang hanya dapat dilihat sekiranya 46 Tahun sekali. “Kami mengimbau kepada pamedek agar selalu bijak menggunakan plastik dalam melaksanakan pesembahyangan,” imbuh mantan Cagub Bali itu.

Sementara itu, panitia Karya Pujawali Pura Sakenan Ida Bagus Gede Pidada menjelaskan, Pujawali kali ini menggunakan pebangkit disertakan pula pakelem alit ke segara.

Menurutnya, Pura Sakenan diempon oleh Puri Kesiman dan didukung empat desa adat yakni Desa Adat Serangan selaku pemiliki wilayah, Desa Adat Pemogan, Desa Adat Kepaon dan Desa Adat Kelan.

Upacara pujawali ini secara rutin dilaksanakan bertepatan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan dilaksanakan selama lima hari dan penyineban pada hari Selasa mendatang.

Terkait dengan penataan parkir maupun kenyamanan pemedek pihaknya mengaku sudah melaksanakan langkah intensif yang

sudah dikoordinasikan dengan pengempon, pengemong, serta bantuan dari Pemkot Denpasar, demi kenyamanan dan keamanan pemedek yang setiap tahunnya bertambah.

(rb/san/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia