Rabu, 23 Jan 2019
radarbali
icon featured
Events

Serunya Ngelawang saat Manis Kuningan di Ujung Selatan Pulau Bali

06 Januari 2019, 22: 32: 39 WIB | editor : ali mustofa

manis kuningan, ngelawang barong, tanjung benoa

Ngelawang Sekaa Teruna Teruni Sabha Yowana di Tanjung Benoa, Minggu sore (Satriya Vija for Radar Bali)

MANGUPURA - Manis Kuningan atau sehari setelah hari raya Kuningan tidak hanya sebagai ajang berlibur, baik bersama keluarga, sahabat maupun kekasih.

Di sejumlah daerah, tampak, para anak-anak dan pemuda justru melakukan ngelawang barong bangkung. Seperti di Tanjung Benoa, Sesetan, maupun di daerah lainnya.

Untuk diketahui, ngelawang berasal dari kata lawang. Artinya berada di pintu masuk masuk rumah. Untuk itu, ngelawang dengan tarian barong ini dibawakan berkeliling desa dan dipentaskan di pintu masuk rumah warga.

Selain itu, ngelawang juga sebuah budaya dan tradisi di Bali yang bertujuan untuk menolak Bala dan juga untuk merayakan kemenangan dharma atas a dharma.

Sedangkan penggunakan Barong, dilambangkan sebagai perwujudan dari Sang Banas Pati Raja yang bisa menjaga manusia dari wabah dan bahaya.

Tak hanya sekadar menari dengan diiringi gamelan. Biasanya, orang yang ngelawang ini meminta sesari untuk sumbangan yang jumlahnya tidak ditentukan. Tergantung keiklasan dari masyarakat yang ingin memberi.

“Seneng aja. Seru-seruan di hari manis Kuningan,” ujar Ketut Suardiana salah satu pementas Barong Bangkung di Denpasar pada Minggu (6/1) sore.

Barong bangkung atau barong berbentuk babi memang biasanya digunakan untuk ngelawang. Namun tak jarang, jenis barong lainnya juga ikut serta.

Seperti halnya barong macan. Bahkan, untuk menambah keseruan, biasanya ikut penari tunggal dengan topeng berwajah lucu. 

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia