Rabu, 20 Nov 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Top! Desa di Klungkung Lirik Pengolahan Sampah Jadi Daya Tarik Wisata

08 Januari 2019, 13: 54: 29 WIB | editor : ali mustofa

desa di klungkung, pengolahan sampah, daya tarik wisata

Bupatu Suwirta saat mencoba mesin Pelet di TOSS Desa Paksebali (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA - Proses pengolahan sampah, tampaknya, mulai dilirik sejumlah desa di Kabupaten Klungkung untuk dijadikan daya tarik wisata.

Jika sejak pertengahan tahun 2018 lalu ada Desa Tangkas yang menawarkan proses pengolahan sampah untuk menarik wisatawan, kali ini Desa Paksebali telah bersiap untuk melakukan hal itu.

Perbekel Paksebali Putu Ariadi kemarin mengungkapkan, ada ribuan wisatawan mengunjungi Desa Paksebali untuk berwisata setiap bulan.

Objek wisata Kali Unda merupakan salah satu daya tarik wisata yang banyak dikunjungi wisatawan saat berada di desa ini.

“Mereka datang untuk menikmati Kali Unda. Banyak juga yang datang untuk melakukan foto prewedding dan wisata kuliner,” terang Ariadi.

Meski sudah banyak dikunjungi wisatawan, menurutnya, membuat inovasi-inovasi baru merupakan sebuah keharusan jika tidak ingin ditinggalkan wisatawan.

Melihat isu global yang ada, ia mengaku akan menjadikan proses pengolahan sampah menjadi daya tarik wisata.

“Ini (proses pengolahan sampah, red) nantinya akan menjadi booming dan banyak dilirik. Sehingga tidak ada salahnya kami persiapkan sejak saat ini,” katanya.

Untuk itu berbagai persiapan dan kerja sama mulai dijalin pihaknya untuk merealisasikan rencana ini.

Diungkapnya saat ini Desa Paksebali telah memiliki TPS 3R dan Tempat Olah Sampah Setempat yang siap dijadikan objek wisata.

“Desa kami juga akan dijadikan tempat percontohan pengolahan sampah plastik menjadi premium oleh PLN. Nanti wisatawan akan diajak berkeliling menikmati

keindahan alam Paksebali sambil memungut sampah. Setelah itu kami akan ajak untuk memproses sampah-sampah tersebut,” bebernya.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, pihaknya berharap kunjungan wisatawan ke Desa Paksebali terus meningkat sehingga perekonomian masyarakat setempat terus berputar.

Sebab dalam mengembangkan industri pariwisata di Desa Paksebali, menurutnya, masyarakat kurang mampu terutamanya turut dilibatkan.

Sehingga tidak heran jumlah keluarga kurang mampu di desa ini terus menurun. Jika di tahun 2016 jumlah keluarga kurang mampu di Desa Paksebali mencapai 212 KK, saat ini tersisa sekitar 41 KK saja.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP